KH Hasyim Muzadi dan peran besarnya untuk sepakbola

Kamis, 16 Maret 2017 21:04 Sumber :
KH Hasyim Muzadi dan peran besarnya untuk sepakbola KH Hasyim Muzadi (c) Ist

Merdeka.com - Kamis (16/3) sekira pukul 06.15 WIB, Indonesia berduka lantaran kehilangan salah satu putra terbaik bangsa, KH Hasyim Muzadi. Mantan Ketua Umum PBNU ini meninggal pada usia 72 tahun di kediamannya di Pondok Pesantren Mahasiswa Al Hikam, Kota Malang.

Kepergian KH Hasyim tentu saja disambut duka oleh warga Indonesia. Tak hanya aktif dalam dunia dakwah Islam, sosok kelahiran Tuban tersebut juga dikenal aktif di dunia politik dan pendidikan. KH Hasyim menjadi representasi tokoh yang punya sikap seorang negarawan.

KH Hasyim mendapatkan kepercayaan sebagai Dewan Pertimbangan Presiden [Wantimpres] pada era Presiden Joko Widodo ini. Sang presiden sempat menengok kondisi beliau, sehari sebelum meninggal dunia.

Selain punya banyak sumbangan dalam dunia dakwah, politik dan pendidikan, KH Hasyim juga meninggalkan jejak positif di dunia sepakbola. Meski tak banyak yang pernah mengulasnya, namun apa yang pernah dilakukan oleh KH Hasyim untuk sepakbola, khususnya di Malang, akan selalu dikenang dengan tinta emas.

Pada tahun 2001 yang lalu, Arema baru saja memiliki pengurus baru pada sosok Iwan Gelewar. Ia pun kemudian dihadapkan dengan tantangan untuk mencari dana guna menjalankan operasional klub di kompetisi. Sebuah tantangan yang tentu saja tidak mudah.

Iwan kemudian menghadap pada KH Hasyim. Singkat cerita, KH Hasyim lantas menghubungkan Iwan dengan Didik Suwandi selaku Direktur Pemasaran PT Semesta Citra Insan. Perusahaan tersebut adalah yang menaungi pemasaran produk motor asal Tiongkok, Kanzen.

Seperti yang dituliskan oleh Abdul Muntholib dalam buku "Arema Never Die", Didik dan Iwan sebelumnya sudah saling kenal sejak masih sekolah. Namun, mereka masih belum bisa menjalin kerja sama untuk mendanai Arema.

Pada titik itulah KH Hasyim mengambil peran krusial. Ia menjembatani pertemuan antara Didik dengan jajaran manajemen Arema. Pertemuan dilakukan di kediaman KH Hasyim, di Al Hikam. Dari jajaran manajemen Arema hadir pula Iwan Budianto dan Lucky Acup Zaenal.

Beberapa saat setelah pertemuan tersebut, Kanzen pun sepakat untuk menjadi sponsor bagi Arema. Nilainya pun tidak tanggung-tanggung, mencapai angka Rp 1 miliar. Bukan jumlah yang sedikit jika melihat tahun dimana hal tersebut terjadi.

"Kanzen bersedia membantu Arema dengan dana sangat fantastis Rp 1 miliar. Memorandum of Understanding [MoU] di lakukan di Hotel Tugu Malang pada 9 Januari 2001 dengan dihadiri oleh seluruh pengurus Arema," tulis Abdul Muntholib.

KH Hasyim kembali memiliki peran penting bagi Arema pada tahun 2004. Saat itu, Arema terlibat masalah dengan Persebaya Surabaya. Kedua klub elit Jawa Timur sedang berebut pemain yaitu Hendro Kartiko dan Bejo Sugiantro.

KH Hasyim kemudian menjadi penengah untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.

Demikian adalah sekelumit kisah dengan seorang KH Hasyim dan kiprahnya di pentas sepakbola. Di luar dua kisah tersebut, mungkin saja masih banyak hal yang pernah dilakukan oleh KH Hasyim di sepakbola. Namun, belum banyak yang diungkap ke publik.

Kini, KH Hasyim sudah berpulang ke Sang Pencipta. Jenazah beliau dimakamkan di Pondok Pesantren Al-Hikam 2 di Depok, Jawa Barat. (bola/asa)


Sumber: Bola.net
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini