Ini penjelasan Komdis PSSI ihwal sanksi Arema FC

Kamis, 11 Oktober 2018 18:43 Sumber :
Pemain Arema selebrasi setelah Ahmad Hardianto mencetak gol ke gawang Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang (6/10/2018). (c) Bola.com/Iwan Setiawan

Merdeka.com - Anggota Komisi Disiplin PSSI, Dwi Irianto, membeber penjelasannya terkait detil sanksi yang harus dijalani Arema FC. Ia menyebut bahwa pada sisa laga mereka di kompetisi Gojek Liga 1 bersama Bukalapak musim 2018 ini, Arema tak bisa didampingi langsung oleh suporter mereka, Aremania.

"Pada laga kandang, tidak boleh ada penonton," ujar Dwi Irianto, pada Bola.net, Kamis (11/10).

"Jadi, baik suporter tuan rumah maupun tim tamu tidak boleh ada di stadion," sambungnya.

Sementara, kondisi berbeda berlaku jika Arema melakukan laga tandang. Dalam laga tandang, suporter tim tuan rumah tetap berhak datang langsung ke stadion.

"Hanya suporter Arema yang tidak boleh mendampingi timnya," tandas pria yang karib disapa Mbah Putih ini.

Sebelumnya, Arema harus menerima sanksi dari bermain tanpa penonton sampai akhir musim. Sanksi ini bermula dari insiden pitch invasion dalam laga antara Arema dan Persebaya, di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (06/10) lalu. Kala wasit meniup peluit panjang, ratusan Aremania menghambur ke dalam lapangan. Mereka tampak terbawa suasana kemenangan yang baru saja diraih tim kesayangan mereka. Sejumlah Aremania ini baru bubar usai polisi melepas sejumlah anjing dari unit K-9 untuk menghalau massa.

Pada jeda antar babak pun, sejumlah Aremania, termasuk sang dirigen Yuli Sumpil, sempat masuk ke dalam lapangan. Mereka tampak memprovokasi pemain Persebaya yang sedang pemanasan. Ulah sejumlah oknum Aremania ini sempat memicu ketegangan dengan seorang pemain cadangan Persebaya, Alfonsius Kelvan. Namun, aparat keamanan mampu melerai sehingga kejadian ini tak berlanjut.

Aksi Yuli ini pun tak lepas dari sanksi Komdis. Bersama salah seorang Aremania lain, Fandy, Yuli divonis tidak boleh masuk ke dalam stadion di seluruh Indonesia seumur hidup.

Selain sanksi ini, Arema juga diganjar sanksi Rp. 100 juta akibat adanya penyalaan cerawat dan pelemparan botol ke lapangan.

Sementara itu, manajemen Arema FC legawa dengan sanksi ini. Mereka pun memastikan tak akan mengajukan keringanan hukuman pada PSSI.

"Kita tidak akan mengajukan banding. Namun akan berada di barisan terdepan untuk membangun kesadaran para suporter utamanya Aremania agar berubah menjadi lebih baik," tegas CEO Arema FC, Iwan Budianto.

(den/yom)

Topik berita Terkait:
  1. Arema FC
  2. Komdis Pssi
  3. Liga 1 Indonesia
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Sumber: Bola.net

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini