Cerita Umuh Muchtar ditilang polisi Thailand demi dukung Persib

Kamis, 26 November 2015 13:33 Reporter : Pangeran Aditya Perkasa
Cerita Umuh Muchtar ditilang polisi Thailand demi dukung Persib Umuh Muchtar. ©2015 Merdeka.com/Pangeran Aditya

Merdeka.com - Menjadi seorang bobotoh--pendukung Persib--menjadi suatu keharusan bagi Umuh Muchtar untuk terus mendukung tim Persib Bandung. Dia memiliki pengalaman tak terlupakan ketika hendak mendukung Maung Bandung, sampai ditilang oleh polisi lalu lintas di Thailand.

"Tahun 1986, Persib berhasil menjadi juara Perserikatan. Persib mengikuti ajang Piala Champions Asia. Saya ingat betul pergi ke Thailand untuk menonton Persib. Saya masih ingat di situ, saya mengumpulkan uang dari seluruh bobotoh untuk diberikan kepada pemain," kata Umuh kepada merdeka.com, Kamis (26/11).

Karena dianggap melanggar lalu lintas, bus yang ditumpangi Umuh bersama rombongan yang lain ditilang oleh polisi. Bahkan, uang yang semula akan diberikan kepada pemain, terpaksa dibayarkan untuk denda.

"Saat itu saya bersama bobotoh lainnya terburu-buru ingin menonton Persib. Kami meminta sopir untuk melintas ke sisi kanan jalan dan memacu kendaraan. Kami dikenai sanksi tilang oleh pihak kepolisian lalu lintas Thailand yang memberhentikan bus kami," kenangnya.

"Uang yang tadinya kami kumpulkan untuk diberikan ke pemain, digunakan untuk denda tilang. Saya mengambil tanggung jawab dengan mengganti uang itu sehingga kami tetap bisa memberikan uang yang dikumpulkan kepada pemain. Itulah hal yang paling sangat berkesan dan tak akan pernah saya lupakan," ucapnya.

Saat menjadi manajer pun, menurut Umuh bukan tanpa tantangan dan rintangan. Seperti kondisi saat ini tanpa kompetisi sepakbola, dia harus membiayai para pemain dengan uang pribadinya.

"Soal tantangan, kala ISL 2015 terhenti saya mendapat tantangan yang sangat besar membuat Persib tetap eksis. Saya harus membiayai beberapa gaji pemain dengan uang pribadi. Sampai akhirnya ada gelaran Piala Presiden, saya harus membentuk sebuah tim. Saya datangkan lagi Makan Konate dan Vladimir Vujovic, termasuk Zulham Zamrun dengan biaya pribadi dibantu pula oleh asisten manajer, H. Mulyana," jelasnya.

Sebelum memutuskan untuk berhenti sebagai manajer Persib, Umuh bercita-cita untuk mendatangkan Boaz Solossa ke tim. Menurutnya, pemain asal Papua itu memiliki kemampuan yang berkualitas sebagai pemain sepakbola.

"Saya ingin merekrut Boaz Solossa. Wacana itu muncul dari pribadi saya sendiri. Saya suka dengan Boaz, kinerjanya bagus dan pemain profesional. Saya melihat Boaz sosok pemain yang bagus, tidak memberikan pelanggaran fatal terhadap lawan. Saya suka dengan Boaz, kapan Boaz mendapat kartu merah? tidak pernah," ungkapnya. [has]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini