Waspadai Terjadinya Dysbiosis pada Anak dan Ketahui Cara Mencegahnya

Kamis, 18 Juni 2020 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Waspadai Terjadinya Dysbiosis pada Anak dan Ketahui Cara Mencegahnya Ilustrasi anak sakit. ©Shutterstock.com/ Dmitry Naumov

Merdeka.com - Masa pertumbuhan seorang anak merupakan saat ketika perlu diperhatikan secara rinci masalah yang mungkin muncul. Anak-anak terutama usia 1-3 tahun (toddler) dan prasekolah (3-5 tahun) rentan mengalami masalah baik itu kekurangan ataupun kelebihan nutrisi yang berakibat salah satunya dysbiosis atau gangguan keseimbangan mikrobiota usus.

"Masalah gizi menyebabkan gangguan sistem kekebalan tubuh anak dan gangguan keseimbangan mikrobiota usus atau dysbiosis," kata pakar gizi medik, Prof. Saptawati Bardosono dalam konferensi pers virtual beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Dia menjelaskan, adanya dysbiosis akan menurunkan kekebalan tubuh anak terhadap masuknya kuman-kuman penyakit, misalnya yang menyebabkan ISPA dan diare. Kedua penyakit ini dialami lebih dari 10 persen anak di masa toddler dan prasekolah.

Padahal, saluran cerna adalah organ kekebalan tubuh terbesar, yakni meliputi 80 persen sistem kekebalan tubuh. Data Global Nutrition Reports 2017 menunjukkan, isu nutrisi utamanya stunting, kelebihan berat badan hingga kegemukan dan anemia baik secara sendiri-sendiri atau kombinasi masih merupakan tantangan global,

"Anak-anak usia 1-5 tahun di 29 negara termasuk Indonesia menghadapi masalah terkait nutrisi kombinasi ketiganya yang dikenal istilah triple burden of malnutrition," tutur Saptawati.

2 dari 2 halaman

Stunting karena kekurangan zat gizi makro yakni kalori dan protein, lalu obesitas karena kelebihan zat gizi makro, kalori dan anemia karena kekurangan zat gizi mikro yaitu mineral dan vitamin.

"Anak usia toddler dan prasekolah lebih rentan terhadap ISPA dan diare yang dapat berdampak ulang pada masalah gizi anak sehingga membentuk suatu lingkaran setan," demikian kata Saptawati.

Menurut Saptawati, perbaikan asupan gizi baik makro dan mikro melalui asupan masukan sehari-hari, jenisnya menjadi solusi mencegah dysbiosis. Selain itu, pemberian probiotik juga bisa menjadi cara berikutnya.

"Untuk mencegah terjadinya dysbiosis perlu juga pemberian asupan probiotik atau bakteri baik contohnya Lactobacillus rhamnosus, yang akan berikan efek immunomodulatorry, karena menyeimbangkan mikrobiota usus, mencegah dysbiosis," tandasnya. [RWP]

Baca juga:
Buah Hati Enggan Makan Daging dan Sayur, Berikut Hal yang Bisa Dilakukan Orangtua
Menurut Psikolog, Begini Cara Mudah untuk Memahami Karakter Anak
Anak Belajar di Rumah, Orangtua Tak Perlu Paksakan Diri Jadi Guru
Mandi jadi Kesempatan Penting dalam Proses Tumbuh Kembang Anak
Ini Penyebab Mengapa Kepanasan Bisa Menyebabkan Mimisan dan Sakit Kepala
Meski Orangtua Memiliki Badan Mungil, Anak Tetap Berpeluang untuk Tumbuh Tinggi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini