Waspada! Berbicara di Dalam Ruangan Bisa Lebih Menularkan COVID-19 Dibanding Batuk

Rabu, 27 Januari 2021 13:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Waspada! Berbicara di Dalam Ruangan Bisa Lebih Menularkan COVID-19 Dibanding Batuk Karyawan Kantoran Banyak Menggunakan Masker. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Selama ini, walau di masa pandemi seperti sekarang, kita masih sering merasa aman berbicara dengan teman. Hal ini kerap kita lakukan dalam jarak dekat dan bahkan tanpa memakai masker di ruang tertutup.

Sebuah temuan terbaru mengungkap bahwa ternyata berbicara di ruang tertutup ini bisa lebih berbahaya dibanding batuk. Hal ini terutama ketika dilakukan di ruang tertutup dengan ventilasi udara yang buruk.

Dilansir dari Livescience, dalam penelitian yang sama juga diketahui bahwa virus bisa menyebar pada jarak lebih dari dua meter dalam waktu satu detik. Dua hasil temuan ini harusnya menjadi perhatian kita terutama dalam berinteraksi dengan orang lain.

Temuan terbaru ini didapat melalui model matematika mengenai bagaimana COVID-19 beredar di dalam ruangan. Hal ini sangat tergantung pada besar ruangan, jumlah orang di dalam, seberapa baik ventilasinya, serta apakah orang di dalamnya menggunakan masker.

2 dari 3 halaman

Dua Orang Saja Bisa Berdampak Bahaya

Dari penelitian diketahui bahwa hanya dua orang saja yang berbicara tanpa masker di dalam ruangan tertutup, dampak yang muncul lebih parah dibanding saat batuk. Pasalnya, ketika kita bicara kita mengeluarkan banyak percikan kecil yang bisa menumpuk terutama di ruangan tertutup. Sedangkan saat batuk, percikan berbentuk lebih besar dan biasanya lebih cepat jatuh ke lantai.

Dari penelitian tersebut juga diketahui bagaimana efektifnya masker dalam mencegah persebaran virus. Masker bisa menyaring sejumlah percikan dan memperlambat keluarnya partikel yang bisa menularkan COVID-19.

3 dari 3 halaman

Pentingnya Ventilasi Udara yang Baik

Hal lain yang juga penting adalah mengenai ventilasi udara di ruang tempat percakapan berlangsung.

"Ventilasi sangat penting dalam meminimalisasi risiko infeksi di dalam ruangan," terang tim peneliti dari University of Cambridge dan Imperial College London.

Peneliti Pedro de Oliviera dari Cambridge's Department of Engineering mengungkap bahwa hasil temuan ini sangat menambah pengetahuan mereka.

"Kami bisa menunjukkan bagaimana percikan kecil bisa menumpuk di dalam ruangan dalam waktu lama, serta bagaimana hal ini bisa dimitigasi dengan ventilasi yang memadai," terangnya de Oliviera. [RWP]

Baca juga:
Ketahui Vitamin yang Dibutuhkan oleh Pasien COVID-19 Bergejala Ringan
Masa Pandemi COVID-19, Pemberian ASI Eksklusif Malah Meningkat
Protokol Kesehatan Dinilai Lebih Sulit Diterapkan dalam Keluarga
Menurut Psikiater, Ini Cara untuk Mencegah Terjadinya Pandemic Fatigue
Ketahui 13 Jenis Vaksin Virus dan Durasi Penemuannya
Efektifkah Penggunaan Masker Dua Rangkap untuk Cegah Infeksi COVID-19?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini