Waspada! Batasi Jumlah Lauk ketika Mengonsumsi Nasi Padang

Rabu, 15 Januari 2020 07:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Waspada! Batasi Jumlah Lauk ketika Mengonsumsi Nasi Padang Ilustrasi nasi Padang. ©iStock

Merdeka.com - Menyantap sepiring nasi padang dengan berbagai lauk-pauknya bisa sangat menyenangkan untuk dilakukan. Seringnya kita menyantap nasi dengan berbagai lauk seperti ayam, ikan, daging, atau telur secara bersamaan untuk memuaskan keinginan.

Namun, cara makan nasi padang tersebut dinilai kurang tepat oleh staf pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Febrianti. Ia menyampaikan, cukup pilih salah satu menu saja. Bukan berarti memakan seluruh lauk.

"Sebaiknya, tidak begitu makan nasi padang, cukup satu porsi lauk sekali makan. Contohnya, nasi dengan ikan (protein hewani). Kemudian kalau mau makan lagi, pilih satu porsi menu lauk, boleh nasi dengan tempe," ujar Febrianti saat ditemui di Gedung IMERI FK-UI, Jakarta.

Tak lupa, tambahan sayuran dan buah agar kebutuhan nutrisinya seimbang. Cara ini supaya menghindari seseorang dari risiko resistensi insulin. Ketika seseorang hanya makan nasi dan lauk (protein hewani, nabati)--tanpa sayur dan buah--akan menuntut produksi insulin di dalam tubuh tinggi.

"Ketika kita mengonsumsi karbohidrat, tubuh akan menghasilkan insulin. Nasi sebagai sumber makanan pokok termasuk memicu produksi insulin tinggi. Apalagi ketika nasi dimakan bersama protein hewani atau nabati. Protein yang bercampur dengan karbohidrat, menimbulkan produksi insulin tinggi dibanding sekadar makan nasi saja," Febrianti menerangkan.

1 dari 1 halaman

Kerja Pankreas Lebih Tinggi

Kebutuhan insulin yang tinggi akhirnya menuntut kerja pankreas pun tinggi memproduksi insulin. Hal ini tergantung sel pankreas masing-masing.

Tapi ada dampak buruk ketika pankreas harus bekerja memproduksi insulin dengan lebih tinggi.

"Orang dengan pola makan yang sama (makan nasi dan lauk, tanpa sayur dan buah) akan lebih cepat lelah. Ini karena pankreas bekerja lebih keras. Kondisi berujung pankreas tidak lagi menghasilkan insulin yang cukup," Febrianti menegaskan.

"Pada tahap itu, seseorang masuk ke pra-diabetes. Makin lama, kebutuhan insulin tinggi, tapi seiring itu pankreas enggak bisa memproduksi insulin dengan cukup. Seseorang pun sampai pada kondisi diabetes. Melihat ini ya namanya suatu perjalanan penyakit," sambungnya.

Penambahan sayuran dan buah saat kita makan agar risiko resistensi insulin menurun. Ini karena di dalam sayur dan buah terkandung serat.

Resistensi insulin ini terjadi ketika tubuh memproduksi insulin namun penggunaannya tak efektif. Pada kondisi ini, lemak, otot, serta sel-sel hati tidak dapat merespons insulin dengan baik.

Reporter: Fitri Haryanti Harsono
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Baca juga:
Waspadai Resistensi Insulin Ketika Konsumsi Nasi di Atas 4 Centong Sehari
Sering Keliru, 3 Penyakit Ini Kerap Disalahpahami Hanya Sebagai Demam
Ketahui Apa yang Terjadi pada Proses Proses Otopsi Lina Mantan Istri Sule
Kenali Gejala dan Cara Pencegahan Lyme Disease Seperti yang Dialami Justin Bieber
Jumlah Psikiater yang Ada di Indonesia Saat Ini Dianggap Masih Kurang

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini