Wanita yang Bangun Tidur Lebih Pagi Memiliki Risiko Kanker Payudara Lebih Rendah

Selasa, 2 Juli 2019 00:40 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Wanita yang Bangun Tidur Lebih Pagi Memiliki Risiko Kanker Payudara Lebih Rendah Ilustrasi Kanker Payudara. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejumlah faktor bisa menjadi penyebab munculnya kanker payudara. Penelitian menyebut beberapa faktor bisa menjadi penyebab munculnya penyakit ini seperti konsumsi alkohol dan kelebihan berat badan.

Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa jam bangun seseorang juga dapat mempengaruhi risiko kanker payudara ini. Dilansir dari Medical Daily, jam tidur ini disebut memiliki pengaruh terhadap berkembangnya kanker payudara.

Peneliti menemukan bahwa bangun lebih pagi bisa membantu menurunkan risiko penyakit ini. Diperkirakan bahwa hanya 1 di antara 100 wanita yang bangun pagi memiliki kanker payudara. Sedangkan pada yang biasa begadang, terdapat 2 dari 100 wanita yang mengalami kanker payudara. Peneliti memperkirakan bahwa insomnia mempengaruhi risiko ini.

Wanita pada penelitian ini yang cenderung tidur antara tujuh hingga delapan jam per malam juga menunjukkan peningkatan risiko payudara yang rendah. Hal ini memperkuat dugaan mengenai pengaruh jam tidur terhadap risiko kanker.

Dipender Gill, peneliti dari Imperial College London mengungkap bahwa hasil penelitan ini memberikan perkembangan yang berguna pada bidang kesehatan. Hasil penelitian ini menyokong hasil penelitian sebelumnya yang menjelaskan hubungan antara tidur dan masalah kesehatan. Walau begitu, peneliti tidak menjelaskan bagaimana tidur berkontribusi secara langsung terhadap perkembangan kanker payudara.

"Mungkin sejumlah faktor yang mempengaruhi perilaku yang berhubungan dengan tidur juga mempengaruhi risiko kanker payudara melalui mekanisme terpisah," terang Gill.

"Masih terdapat sejumlah cara yang harus dilakukan sebelum kita memahami sepenuhnya implikasi dari pola tidur ini terhadap kesehatan," sambungnya.

Caroline Relton, peneliti dari temuan ini sekaligus profesor bidang epidemiologi epigenetik dari University of Bristol, menyebut bahwa tidur masih memberi dampak negatif pada tubuh.

"Pesan yang didapat adalah mungkin orang masih kurang menghargai bahwa tidur benar-benar penting serta memiliki manfaat kesehatan di atas kelelahan fisik serta terjaga secara kognitif serta hal-hal lainnya," jelas Relton.

Penelitian lebih lanjut akan dilakukan untuk melihat bagaimana perubahan jam biologis tubuh ini mempengaruhi kesehatan. [RWP]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini