Wanita Miliki Risiko Osteoporosis Lebih Tinggi Dibanding Pria

Kamis, 14 Oktober 2021 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Wanita Miliki Risiko Osteoporosis Lebih Tinggi Dibanding Pria Ilustrasi osteoporosis. ©shutterstock.com/Maria Sbytova

Merdeka.com - Osteoporosis merupakan salah satu masalah kesehatan yang biasanya akan muncul seiring usia. Kondisi ini menyebabkan terjadinya keropos atau pengapuran pada tulang.

Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus konsultan reumatologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr. Faisal Parlindungan, Sp.PD-KR, mengatakan, wanita memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena osteoporosis dibanding pria.

"Ada faktor risiko yang tidak bisa diubah, misalnya jenis kelamin. Wanita lebih gampang terkena osteoporosis," kata dr. Faisal beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

dr. Faisal menjelaskan, hal tersebut disebabkan perbedaan hormon antara wanita dan pria. Pada wanita, ada hormon estrogen yang berfungsi untuk mencegah keropos tulang.

Namun, lanjut dia, seiring bertambahnya usia, wanita akan mengalami menopause di mana indung telur atau ovarium tidak lagi memproduksi sel telur dan hormon estrogen.

"Sehingga wanita yang sudah menopause sangat mungkin untuk mengalami pengeroposan tulang," ujar dr. Faisal.

Selain karena hormon, risiko osteoporosis yang lebih tinggi pada wanita juga disebabkan struktur tulang yang 30 persen lebih sedikit dibanding pria.

dr. Faisal juga mengatakan, faktor risiko osteoporosis lainnya yang tidak bisa diubah adalah riwayat osteoporosis dalam keluarga. Dia juga menyebut orang Asia lebih mudah terkena penyakit tersebut.

"Jadi orang Asia lebih mudah kena daripada bule. Itu berdasarkan kondisi yang diamati pada populasi, ada penelitiannya," imbuhnya.

Baca Selanjutnya: Faktor Risiko Osteoporosis yang Bisa...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini