Virus Covid-19 Varian Delta Plus AY.4.2 Belum Bisa Digambarkan Keganasannya

Sabtu, 20 November 2021 12:18 Reporter : Titah Mranani
Virus Covid-19 Varian Delta Plus AY.4.2 Belum Bisa Digambarkan Keganasannya Penanganan Kedatangan Penumpang Rute Internasional di Bandara Soekarno-Hatta. ©2020 Angkasa Pura II

Merdeka.com - Virus covid-19 varian Delta Plus AY.4.2 saat ini belum bisa digambarkan keganasannya karena sampai saat ini belum terdeteksi di Indonesia.

“Saat ini karena belum ada di Indonesia, kita tidak bisa menggambarkan data seperti itu. Namun, jika dilihat dari varian Delta pada umumnya, yang terjadi di luar (negeri) itu tidak terjadi di Indonesia,” ujar Profesor Amin Soebandrio, Direktur Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, seperti dikutip dari Health Liputan6.com.

Dalam penjelasannya, menurut Amin, tidak semua infeksi covid-19 yang diakibatkan varian Delta itu berat dan tidak semua yang berat itu karena Delta. Dengan kata lain, jika Delta Plus disebut lebih ganas di negara lain, maka hal tersebut belum tentu sama jika virus tersebut ada di Indonesia.

“Varian ini dikhawatirkan lebih cepat menular 10 persen ketimbang Delta lainnya, tapi sekali lagi itu tidak selalu dikaitkan dengan berat ringannya kasus,” jelasnya.

“Karena belum ada di Indonesia, kita belum mengetahui bagaimana perangai varian itu di masyarakat," lanjut Amin.

Lalu, terkait pengaruh Delta Plus terhadap obat molnupiravir, Amin mengatakan bahwa belum ada data yang cukup banyak untuk menyimpulkan pengaruhnya.

“Terhadap molnuvirapir belum ada data yang cukup banyak karena itu obat baru dan belum pernah dipakai di Indonesia. Kalau terkait vaksin, seperti varian Delta, dikhawatirkan terjadi penurunan efikasi, tapi itu kan di luar negeri, di Indonesia kita belum tahu,” ungkapnya.

Karena saat ini varian Delta Plus belum terdeteksi di Indonesia. Amin mengatakan langkah antisipasi dilakukan untuk mencegah varian tersebut masuk ke Indonesia, misalnya dengan penjagaan pintu-pintu masuk dari luar negeri.

“Kita tidak tahu dari mana saja yang membawa virus, yang pasti yang harus dilakukan ya sama seperti penanganan pada COVID-19 varian lain. Misalnya seperti PCR, karena kita tidak tahu varian jenis apa yang dibawa seseorang,” pungkasnya.

Liputan6.com/Ade Nasihudin Al Ansori [ttm]

Baca juga:
RI Sudah Ada Sub Varian Delta, Menkes Yakin Bisa Lawan Varian AY.4.2
Pakar sebut Varian AY.4.2 Lebih Menular 10-15 Persen dari Delta
Strategi Pemerintah Cegah Masuknya Varian AY.4.2 dari Inggris
Menkes: Varian AY.4.2 Berpotensi Mengkhawatirkan, Tetapi Belum Masuk Indonesia
Pemerintah Waspadai Varian Baru Covid-19 AY.4.2 dari Inggris

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini