Vaksin Sinovac Disebut Miliki Efek Samping yang Sama pada Anak dan Orang Dewasa

Selasa, 9 November 2021 09:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Vaksin Sinovac Disebut Miliki Efek Samping yang Sama pada Anak dan Orang Dewasa Ilustrasi Vaksin. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Bagi sejumlah orangtua, terdapat sejumlah kekhawatiran terkait pemberian vaksin COVID-19 pada anak. Salah satu kekhawatiran adalah terkait efek samping yang mungkin dialami oleh anak.

Efek samping vaksin Sinovac pada anak, menurut Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Hinky Hindra Irawan Satari, tak berbeda jauh dengan dewasa. Gejala yang dimaksud berupa reaksi nyeri di lokasi suntikan atau demam.

"Gejalanya samalah dengan dewasa. mungkin ada beberapa proposi ya. Kalaupun berbeda, tapi enggak berbeda begitu jauh," tutur Hindra.

"Kalau pas divaksin, ada reaksi lokal di tempat suntikan, lalu reaksi tubuh, seperti demam, bengkak, pusing," sambungnya.

Perihal efek samping vaksin Sinovac anak pun Hindra melihat berdasarkan bukti penggunaan Sinovac untuk vaksinasi anak usia di sejumlah negara. Tiongkok, misalnya, sudah menyuntikkan Sinovac bahkan kepada anak mulai usia 3 tahun.

"Kalau kita lihat juga yang anak-anak usia 12 tahun kan sudah pada divaksin. Ada sih laporan KIPI atau efek samping, tapi enggak lebih banyak dibanding dewasa," lanjut Hindra.

Selain vaksinasi anak 12 tahun ke atas, Pemerintah sedang menyiapkan vaksinasi anak 6-11 tahun. Hal ini menyusul Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memberikan persetujuan izin penggunaan vaksin CoronaVac produksi Sinovac dan COVID-19 Bio Farma (hasil olahan bahan baku Sinovac) kepada anak usia 6-11 tahun.

2 dari 3 halaman

Harapan Vaksinasi 6-11 Tahun Berjalan Mulus

Hinky Hindra Irawan Satari berharap pelaksanaan vaksinasi COVID-19 anak usia 6-11 tahun yang akan dilaksanakan nanti dapat berjalan lancar. Apalagi vaksinasi COVID-19 anak pun sudah dilakukan di Indonesia.

"Enggak ada penanganan KIPI khusus untuk vaksinasi anak 6-11 tahun. Kan kita sudah rutin juga vaksinasi pada anak sekolah, ke petugas sekolah, rutin juga guru-gurunya divaksin, murid-oangtuanya juga divaksin," terangnya.

"Nah, cuma vaksinnya aja yang baru (pakai Sinovac untuk anak 6-11 tahun), yang beda ini aja. Kita kan sudah lakukan (vaksinasi COVID-19) pada dewasa, lansia, tenaga kesehatan, remaja, ya mudah-mudahan vaksinasi anak 6-11 tahun ini lebih mulus."

3 dari 3 halaman

Efek Samping Sinovac pada Tubuh

Secara umum, efek samping vaksin Sinovac yang dihimpun Komnas KIPI, antara lain:

Reaksi lokal (di tempat suntikan)

Nyeri di tempat suntikan
Kemerahan
Pengerasan
Bengkak
Reaksi sistemik

Demam
Lemas
Nyeri otot
Lain-lain

Mengantuk
Pusing
Sakit kepala
Gatal
Kesemutan
Nyeri leher
Mati rasa di leher
Nyeri sendi
Nyeri punggung
Hidung tersumbat
Nyeri saat menelan
Batuk
Common cold atau flu
Mual
Muntah
Selera makan meningkat
Nyeri perut

Reporter: Fitri Haryanti Harsono
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Baca juga:
Ini Rekomendasi IDAI untuk Pemberian Vaksin COVID-19 pada Anak 6-11 Tahun
Pemberian Vaksinasi COVID-19 pada Anak Semakin Diperlukan Berkaitan dengan PTM
Persetujuan Orangtua Mutlak Diperlukan pada Vaksinasi COVID-19 Anak
Identifikasi Kekhawatiran Orangtua Jadi Kunci Keberhasilan Vaksinasi COVID-19 Anak
Satu Suntikan Vaksinasi COVID-19 Sudah Cukup untuk Meningkatkan Kesehatan Mental
BPOM Resmi Izinkan Vaksin Sinovac untuk Anak Usia 6-11 Tahun, Kapan Mulai Diberikan?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini