Usia Menstruasi Ternyata Memiliki Hubungan dengan Masa Hidup Wanita

Rabu, 12 Desember 2018 12:27 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Usia Menstruasi Ternyata Memiliki Hubungan dengan Masa Hidup Wanita ilustrasi menstruasi. ©collegecandy.com

Merdeka.com - Periode menstruasi pada wanita merupakan salah satu siklus bulanan yang terjadi. Terdapat banyak sekali penelitian yang melihat bagaimana hubungan antara siklus periode menstruasi dengan berbagai macam hal terkait kesehatan.

Dilansir dari Her, sebuah penelitian yang dilakukan di University of California, San Diego menemukan bahwa menstruasi dapat menentukan usia hidup seseorang. Penelitian ini sendiri dilakukan pada 15.000 wanita di Amerika yang sudah menopause. Dari data yang didapat pada penelitian tersebut diketahui hubungan antara menstruasi dengan menopause.

Peneliti menemukan bahwa wanita yang mengalami menstruasi ketika berusia dua belas atau lebih tua memiliki peluang lebih besar untuk berusia hingga 90 tahun atau lebih. Di sisi lain, wanita yang mengalami menstruasi lebih uda cenderung tidak berumur hingga 90 tahun.

Pada kasus menopause ini, peneliti menemukan bahwa semakin lambat menopause ini terjadi pada mereka, semakin panjang usia mereka. Dalam penelitian tersebut, diketahui bahwa wanita yang mengalami menopause setelah usia 50 cenderung dapat hidup hingga usia 90-an.

Salah satu peneliti, Aladdin Shadyab mengungkapkan bahwa bagaimana seseorang yang mengalami menstruasi dan menopause lebih lambat cenderung terhindar dari risiko kesehatan.

"Tim kami menemukan bahwa wanita yang mulai menstruasi pada usia yang lebih tua cenderung tidak mudah mengalami masalah kesehatan seperti penyakit jantung. Pada wanita yang mengalami menopause lebih lambat juga cenderung memiliki kesehatan yang lebih baik dan sangat berhubungan dengan penjelasan dalam temuan kami," jelas Shadyab.

"Berbagai faktor seperti merokok, dapat membahayakan sistem kardiovaskular dan sel telur yang dapat memunculkan menopause lebih awal. Wanita yang mengalami menopause lebih lambat serta usia produktif reproduksi yang lebih panjang memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami masalah penyakit kardiovaskular," tandasnya. [RWP]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini