Tidak Ada Sinyal pada Saat Liburan Bisa Timbulkan Dampak Kesehatan Mental Wisatawan

Senin, 19 Agustus 2019 08:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Tidak Ada Sinyal pada Saat Liburan Bisa Timbulkan Dampak Kesehatan Mental Wisatawan Ilustrasi liburan. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketika liburan, sering kali kita menjelajahi tempat eksotis seperti gunung dan laut. Namun tak semua tempat tersebut memiliki akses yang memadai untuk komunikasi.

Hal yang sama juga bisa terjadi ketika kita berkelana ke perdesaan atau ke luar negeri. Masalah koneksi ini sering kita alami dalam liburan yang dijalani.

Dilansir dari NY Post diketahui bahwa ketika seorang wisatawan terputus dari akses digital pada saat perjalanan, terdapat dampak yang muncul pada mentalnya. Diketahui bahwa ketika hal ini terjadi, bisa muncul perasaan cemas, frustrasi, dan withdrawal syndrom yang serupa sakau.

Penelitian ini dipublikasikan pada Journal of Travel Research. Temuan ini didapat usai menganalisis pengalaman dari 24 orang di 17 negara yang terputus dari koneksi pada saat liburan.

Walau pada awalnya mengalami masalah, namun kemudian mereka bisa menerima hal ini dan bahkan merasa terbebas. Banyak partisipan ketika sudah kembali terkoneksi merasa kewalahan dengan banyaknya pesan yang masuk pada gawai mereka.

1 dari 3 halaman

Muncul karena Alasan Praktis

Munculnya kecemasan pada seseorang ini disebut disebabkan karena alasan praktis. Navigasi pada saat liburan merupakan salah satu masalah yang muncul ketika tidak ada internet, tidak adanya peta serta panduan navigasi membuat wisatawan ini merasa cemas terutama di perkotaan.

Bagi mereka yang berlibur ke perdesaan, withdrawal syndrome atau masalah yang muncul ketika berhenti menggunakan ponsel merupakan hal negatif paling utama dan bisa diibaratkan seperti 'sakau'. Ketika wisatawan merasa tak mampu untuk menggunakan teknologi yang biasa mereka gunakan untuk menghabiskan waktu.

2 dari 3 halaman

Dialami Wisatawan yang Berkomitmen untuk Bekerja

Peneliti mengungkap rasa 'sakau' ini cenderung lebih tinggi pada wisatawan yang memiliki komitmen pribadi maupun professional.

"Kami menemukan bahwa beberapa partisipan senang dan menikmati pengalaman terputus dari dunia luar ini walau sempat mengalami kesulitan, namun sebagian membutuhkan waktu lebih lama untuk menerima pengalaman terputus dari koneksi ini," ungkap peneliti Dr. Brad McKenna.

3 dari 3 halaman

Lebih Terhubung dengan Lingkungan Sekitar

Banyak orang juga menyebut bahwa mereka jadi lebih memperhatikan dan terhubung dengan lingkungan sekitar.

"Mereka menjadi lebih perhatian dan fokus pada lingkungan sekitar ketika tidak terkoneksi dibanding terganggu oleh pesan masuk, notifikasi atau peringatan dari aplikasi seluler mereka," terang McKenna.

Partisipan juga mengaku bahwa mereka berbicara lebih banyak dengan sesama wisatawan atau penduduk lokal dibanding ketika ponsel mereka aktif.

"Banyak orang yang menjadi lelah karena koneksi secara konstan dari teknologi dan saat ini terdapat tren perkembangan wisata bebas digital," ungkap peneliti Dr. Wenjie Cai.

"Sangat membantu untuk melihat perjalanan emosional yang dialami oleh wisatawan tersebut," tandasnya. [RWP]

Baca juga:
Miliki Pikiran Positif Bisa Buat Kamu Tidur Lebih Lama dan Berkualitas
Ini Penyebab Perempuan Saling Merundung Satu Sama Lain
Kenali Sejumlah Pertanda yang Muncul Ketika Kamu Berlebihan Gunakan Gadget

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini