Tak Harus Pergi Liburan, Memasak Bisa Jadi Quality Time untuk Keluarga

Kamis, 11 Agustus 2022 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Tak Harus Pergi Liburan, Memasak Bisa Jadi Quality Time untuk Keluarga ilustrasi memasak bersama anak. unlockfood.ca

Merdeka.com - Sibuknya aktivitas antara anak dan orangtua saat ini membuat keluarga sulit mencari waktu bersama. Namun, ternyata untuk memperoleh quality time di dalam keluarga ini, bisa diperoleh dari aktivitas sehari-hari yaitu memasak.

Psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengatakan keluarga dapat memanfaatkan kegiatan memasak sebagai aktivitas seru untuk membangun quality time atau waktu yang berkualitas, yang bermanfaat untuk merekatkan hubungan antaranggota keluarga.

"Waktu bersama keluarga tidak harus liburan pergi ke mana-mana, tapi cukup dengan aktivitas sehari-hari yang bisa dilakukan di rumah, salah satunya memasak," kata Vera beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Menurut Vera, kegiatan memasak akan memunculkan banyak hal termasuk diskusi dan interaksi satu sama lain yang dapat merekatkan hubungan keluarga.

Selain itu, lanjut Vera, bau-bauan yang ditimbulkan saat memasak juga akan membuat anak terus mengingat momen bersama orang tuanya meski dia sudah tumbuh dewasa.

"Penelitian bilang, memori bau itu akan bertahan lama. Jadi kalau anaknya sudah besar lalu mencium bau tertentu, itu akan mengingatkan bau masakan yang waktu itu dimasak bersama. Nah, itu kedekatannya timbul lagi," ujar Vera.

2 dari 2 halaman

Tips Mengajak Anak Memasak

Saat mengajak anak agar mau memasak bersama, Vera mengatakan orang tua jangan menjadikan kegiatan tersebut sebagai sebuah paksaan. Seluruh anggota keluarga termasuk anak juga perlu berdiskusi terlebih dahulu mengenai waktu dan menu yang ingin dimasak.

"Anak akan terdorong kalau dia melihat ini bukan kewajiban. Tetapkan misalnya Sabtu atau Minggu itu sebagai waktu bersama keluarga. Itu harus klop dulu jadwalnya, lalu bicarakan menunya apa," tutur Vera.

"Bisa jadi, quality time-nya tidak hanya saat memasaknya tapi juga saat rapatnya, saat pembagian tugasnya," imbuh dia.

Kemudian saat memasak, lanjut Vera, nikmati momen kebersamaannya dan jangan menerapkan banyak aturan kepada anak. Menurutnya, jika terlalu banyak aturan atau kritik, anak justru jadi malas mengikuti aktivitas tersebut.

Selain merekatkan ikatan antaranggota keluarga, Vera mengatakan quality time termasuk melalui kegiatan memasak juga akan mengembangkan karakter anak sehingga dia tumbuh menjadi anak yang percaya diri, mandiri, dan mampu bekerja sama. Di samping itu, quality time juga bermanfaat agar orang tua tidak stres.

"Saat berdekatan, ada hormon oksitosin atau hormon cinta. Saat hormon keluar, kita merasa lebih dekat, lebih nyaman. Jadi (quality time) penting banget, saya bilang ini hal yang patut diperjuangkan," tandas Vera.

Baca juga:
Tak Bisa Diam Belum Tentu Anak Hiperaktif, Ini Perbedaannya
Demi Psikis Anak, Disarankan untuk Jauhkan Gawai pada Waktu Makan
Disentri dan Flu Bisa Hambat Pertumbuhan Anak, Orangtua Perlu Waspada!
Diabetes Tipe 1 Bisa Terjadi di Anak, Kenali Gejala dan Penanganannya

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Parenting
  3. Tips Sehat
  4. Fakta Kesehatan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini