Tak Hanya Olahraga, Aktivitas Fisik Juga Penting Dilakukan Anak-Anak

Senin, 27 Juni 2022 09:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Tak Hanya Olahraga, Aktivitas Fisik Juga Penting Dilakukan Anak-Anak ilustrasi anak bermain. ©2015 Merdeka.com/shutterstock/YanLev

Merdeka.com - Aktif secara fisik merupakan hal yang diharap dimiliki oleh anak-anak. Hal ini tak hanya berupa olahraga yang dilakukan anak saja namun juga berupa aktivitas fisik mereka.

Peneliti SEANUTS II Indonesia Dr. dr. Listya Tresnanti Mirtha, Sp.KO, K-APK mengingatkan bahwa selain olahraga, aktivitas fisik juga penting untuk dilakukan anak agar tetap sehat dan bugar.

“Kalau kita di Indonesia biasanya hanya mengenal istilah olahraga. Bahwa sebetulnya yang harus dipahami adalah tiga yaitu aktivitas fisik, latihan fisik, dan olahraga. Ketiganya ini bertujuan untuk mencapai titik kesehatan dan titik kebugaran," kata Listya atau yang akrab disapa Tata saat dijumpai di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

“Seseorang yang sehat itu belum tentu bugar. Tapi seseorang yang bugar sudah pasti sehat. Dan bugarlah yang bisa membantu untuk mengoptimalkan tumbuh kembang," sambungnya.

Lebih lanjut, dia menjabarkan bahwa aktivitas fisik cardio seperti berlari juga dapat memengaruhi massa otot anak-anak. Oleh sebab itu selain gizi, aktivitas fisik anak juga harus terpenuhi sesuai rekomendasi.

2 dari 2 halaman

"Karena bagaimana pun cardio itu adalah komponen terpenting. Jadi dia akan memberikan suplai oksigen kemana-mana dulu, akan memperbaiki metabolisme dulu, sehingga ketika dia melihat aktivitas yang kaitannya dengan otot dia jauh lebih optimal," jelas Tata.

"Jadi kalau cardionya bagus biasanya untuk yang kaitannya dengan otot ini juga bagus. Namun tidak sebaliknya," tambahnya.

Sayangnya, dia mengatakan bahwa berdasarkan hasil dari penelitian SEANUTS II, berdasarkan jenis kelamin, usia, mau pun wilayah, anak-anak di Indonesia khususnya Jawa dan Sumatra aktivitas fisik mereka masih di bawah rekomendasi.

"Dengan mengetahui aktivitas fisik yang dilakukan, bisa dihitung tingkat pemenuhannya. Jadi ternyata di sini tingkat aktivitas fisik yang dilakukan oleh anak-anak usia kelompok 7 sampai 9 berdasarkan jenis kelamin ternyata masih berada pada tingkat yang rendah," tandasnya. [RWP]

Baca juga:
Stunting dan Anemia Masih Menghantui Anak-anak di Indonesia
Pemberdayaan PAUD dalam Upaya Penurunan Stunting di Indonesia Melalui
Pentingnya Orangtua Mengetahui Nutrisi bagi Si Kecil di Usia Prasekolah
Mengenal Beras Nutri Zinc yang Ditanam Pemkab Serang, Bantu Cegah Stunting Pada Bayi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini