Tak Hanya Nutrisi, Gerakan Aktif Anak juga Dibutuhkan untuk Tumbuh Kembang Optimal

Jumat, 12 November 2021 09:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Tak Hanya Nutrisi, Gerakan Aktif Anak juga Dibutuhkan untuk Tumbuh Kembang Optimal Ilustrasi anak. ©2015 Merdeka.com/shutterstock/Anastasiia Markus

Merdeka.com - Masa-masa pertumbuhan anak merupakan suatu fase yang sangat penting pada kehidupan anak. Untuk emngoptimalkan masa-masa ini, selain asupan nutrisi, aktivitas fisik anak juga diperlukan.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Indonesia (PDSKO), Dr. Leny Pintowari, Sp.K.O berpendapat, bergerak aktif diperlukan selain asupan nutrisi yang cukup, baik dan bergizi untuk membantu tumbuh kembang anak secara optimal.

"Aktivitas dan latihan fisik rutin teratur bisa mengoptimalkan tumbuh kembang dan daya tahan otot-otot, menguatkan tulang dan mencegah penyakit kronis sejak dini," ujar Leny beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Bergerak aktif dikatakan Leny bisa melalui aktivitas atau latihan fisik rutin dengan intensitas sedang minimal 60 menit setiap hari. Menurut Leny, bila ini dilakukan rutin maka juga akan mendatangkan sederet manfaat antara lain meningkatkan kebugaran jantung dan paru, fungsi pernapasan dan daya tahan tubuh terlebih di masa pandemi COVID-19 saat ini.

2 dari 2 halaman

Bermanfaat Bagi Kognitif Anak

Kegiatan ini juga mampu meningkatkan fungsi kognitif anak sehingga memaksimalkan kemampuan belajar mereka termasuk di masa pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Leny mengatakan, bergerak aktif akan membuat anak-anak semakin maksimal dalam belajar.

"Beraktivitas rutin teratur sesuai kaidah juga akan mencegah obeistas, menjaga berat badan ideal, mencegah depresi sehingga anak tetap ceria," kata dia.

Di masa pandemi ini, memasukkan unsur protokol kesehatan dalam berkegiatan fisik juga dimungkinkan. Menurut dokter spesialis kedokteran olahraga dari Universitas Indonesia, Dr. Ade Jeanne D.L. Tobing, Sp.K.O, pada prinsipnya kegiatan fisik untuk anak menyenangkan tetapi sesuai kaidah yakni pemanasan, latihan inti dan diakhiri pendinginan.

"Prinsip yang saya terapkan pada senam ini adalah bergerak bermain sehingga menyenangkan. Seperti bermain basket, skipping, melompat, berlari," kata Ade yang juga pengurus PDSKO. [RWP]

Baca juga:
Vaksin Sinovac Disebut Miliki Efek Samping yang Sama pada Anak dan Orang Dewasa
Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Merawat Kulit Bayi yang Baru Lahir
Upaya Menghapus Polio pada Daerah Berisiko Tinggi di Indonesia
Ini Rekomendasi IDAI untuk Pemberian Vaksin COVID-19 pada Anak 6-11 Tahun
Bayi Baru Lahir Tidak Disarankan untuk Diberikan Minyak Telon

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini