Sejumlah Bahaya yang Mengancam di Balik Senyuman yang Muncul Ketika Depresi

Senin, 8 April 2019 13:07 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Sejumlah Bahaya yang Mengancam di Balik Senyuman yang Muncul Ketika Depresi Ilustrasi depresi. ©Pexels

Merdeka.com - Kondisi depresi kerap dihubungkan dengan perilaku seseorang yang menjadi lebih pendiam dan suram. Namun pada orang-orang dengan kondisi tertentu, kondisi depresi ini kadang tidak tampak serta tertutup dengan senyuman yang tetap muncul.

Dilansir dari The Conversation, Olivia Remes, kandidat doktor dari Cambridge University menyebut bahwa istilah ini juga dikenal sebagai depresi tersenyum.

"Walau depresi tersenyum bukan istilah teknis yang digunakan para psikolog, istilah ini merujuk pada orang yang mungkin mengalami depresi dan berhasil menutupi gejalanya," tulis Remes.

Istilah teknis yang paling dekat dengan kondisi depresi yang terjadi ini biasa disebut sebagai depresi atipikal. Sayangnya, para penderita depresi tersenyum ini sangat rentan dengan bunuh diri walau mereka mampu untuk menyembunyikan perasaan.

Walau dampak yang ditimbulkan oleh perilaku depresi tersenyum ini cukup membahayakan, namun sangat sulit untuk mengenali para penderitanya. Pasalnya perilaku yang mereka tunjukkan sama sekali tidak menunjukkan bahwa mereka tengah mengalami depresi.

"Mereka tersenyum ketika Anda menyapa mereka dan dapat bercakap tentang hal yang menyenangkan. Singkatnya, mereka mengenakan topeng ke dunia luar sambil menjalani kehidupan yang tampaknya normal dan aktif," terang Remes.

Untuk mengetahui apakah kamu menderita depresi ini atau tidak, terdapat beberapa gejala lain yang bisa menunjukkannya. Gejala yang muncul ini namun cukup umum namun bisa tetap serupa dengan gejala depresi lainnya.

"Gejala lain dari kondisi ini termasuk makan berlebihan, merasakan berat di bagian lengan dan kaki dan mudah tersinggung oleh kritik atau penolakan. Orang dengan depresi tersenyum juga lebih cenderung merasa tertekan di malam hari dan merasa perlu tidur lebih lama dari biasanya," terang Remes.

Kasus depresi tersenyum ini cenderung lebih mudah dialami oleh orang-orang dengan kondisi tertentu. Orang-orang yang memiliki cara pikir atau perilaku tertentu lebih mudah mengalami depresi ini dan dapat menyembunyikannya.

"Depresi tersenyum tampaknya lebih umum terjadi pada orang dengan temperamen tertentu. Khususnya, hal ini dikaitkan pada keadaan lebih cenderung untuk mengantisipasi kegagalan, mengalami kesulitan mengatasi situasi yang memalukan dan cenderung merenungkan atau secara berlebihan memikirkan situasi negatif yang telah terjadi," jelas Remes. [RWP]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini