KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Sakitnya patah hati bisa menyebabkan kematian mendadak

Selasa, 4 Agustus 2015 16:09 Reporter : Destriyana
Ilustrasi menangis. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/OtnaYdur

Merdeka.com - Para peneliti menemukan sebuah kondisi yang dinamakan broken heart syndrome atau sindrom patah hati. Kondisi ini disebabkan oleh kematian orang yang dicintai. Dan itu benar-benar bisa membunuh seseorang.

Selama lima tahun, para peneliti mencoba mewawancarai 2.000 pasien yang menderita serangan jantung, termasuk menanyakan kepada mereka tentang apa yang memicu kejadian itu.

Hasil dari penelitian itu telah diterbitkan dalam jurnal Circulation. Hasilnya menunjukkan bahwa risiko serangan jantung menjadi delapan kali lebih tinggi selama beberapa minggu setelah kematian orang yang dicintai.

Meskipun risiko itu dapat menurun secara perlahan, kemungkinan seseorang terkena serangan jantung setelah kematian orang yang dicintainya tetap akan tinggi setidaknya selama sebulan.

Para peneliti mengaitkannya dengan peningkatan risiko depresi, kecemasan dan kemarahan karena kejadian itu - ketika orang yang dicintai meninggal. Perasaan itu menyebabkan denyut jantung dan tekanan darah meningkat, yang membuat darah lebih mungkin untuk membeku dan akhirnya dapat menyebabkan serangan jantung.

"Rasa emosional dari patah hati dapat menyebabkan kerusakan yang mengarah ke serangan jantung dan kerusakan jantung," jelas peneliti senior, Murray Mittleman, MD, DrPH. [des]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.