Radiasi ponsel berbahaya bagi otak, benarkah?

Reporter : Destriyana | Rabu, 5 September 2012 15:39
Radiasi ponsel berbahaya bagi otak, benarkah?
Ilustrasi menelpon. ©shutterstock.com/elwynn

Merdeka.com - Semua hal tentu memiliki sisi positif dan negatif. Tetapi, bagaimana kalau aspek negatif lebih banyak daripada positif? Ponsel mungkin sangat berguna bagi kehidupan manusia, terutama untuk komunikasi. Sayangnya, radiasi ponsel juga berakibat buruk pada otak. Berikut adalah pengaruh radiasi ponsel terhadap otak, seperti dilansir Boldsky.

Cara Irit Pererat Pertemanan dengan Jalan-Jalan1. Racun

Penggunaan ponsel yang berlebihan bisa membentuk kesenjangan antar sel-sel otak. Alhasil, zat beracun dalam darah dapat mempengaruhi neuron di otak dan menyebabkan edema serebral (retensi air di otak).

2. Kanker

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa berbicara melalui ponsel selama lebih dari 50 menit, bisa mempengaruhi metabolisme otak. Meski masih jadi perdebatan, para ilmuwan percaya bahwa radiasi ponsel bisa menyebabkan kerusakan parah pada struktur sel-sel otak.

3. Gangguan memori

Medan elektro-magnetik yang diciptakan oleh radiasi ponsel dapat mengganggu ingatan manusia. Itulah sebabnya mengapa pengguna disarankan untuk menjaga jarak ponsel dari otak ketika menelpon. Terbukti, frekuensi yang dihasilkan ponsel bisa menghalangi memori dan daya ingat.

4. Sakit kepala dan kelelahan

Radiasi ponsel mempengaruhi kondisi kesehatan manusia secara signifikan. Bahkan, terlalu lama menelpon bisa menyebabkan sakit kepala dan kelelahan lho. Itu biasa disebabkan oleh tekanan pada sel-sel otak.

Untuk menghindari radiasi ponsel, gunakan perangkat komunikasi ini secara bijak. Ingat! Penggunaan ponsel yang berlebihan bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Maka, sebaiknya batasi pula waktu telpon Anda.

[des]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE