Pilih Vitamin C Bebas Soda untuk Hindari Masalah Asam Lambung

Sabtu, 30 Oktober 2021 07:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Pilih Vitamin C Bebas Soda untuk Hindari Masalah Asam Lambung Ilustrasi vitamin C. ©Shutterstock

Merdeka.com - Konsumsi vitamin C setiap hari merupakan hal yang penting dilakukan. Oleh karena itu, banyak orang mengonsumsi suplemen vitamin C untuk memenuhi dosis harian yang dibutuhkan.

Sayangnya, dalam mengonsumsi vitamin C, banyak penderita masalah asam lambung yang kesulitan. Hal ini tak lepas dari kandungan asam askorbat murni dan biasanya cenderung bereaksi meningkatkan produksi asam lambung. Untungnya, terdapat beberapa vitamin C yang tidak memicu masalah ini.

Selain kandungan pengikat asam askorbat ini, Nutrisionis Dr. Rita Ramayulis, DCN, M. Kes., pengurus DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) dan Ketua Indonesia Sport Nutritionists Association (ISNA) Dr. Rita Ramayulis memang menganjurkan kita juga untuk mewaspadai kandungan soda di beberapa suplemen vitamin C dalam kemasan. Penggunaan soda di vitamin C soda itu terjadi karena beberapa alasan, misalnya agar ada sensasi rasa, serta mengawetkan kandungan vitamin C itu agar lebih stabil.

“Berbeda dengan sparkling water, menambahkan air soda artinya memang menambahkan pengawet di dalamnya. Zat yang biasa ditambahkan itu seperti sodium bicarbonate, sodium sitrat, atau disodium fosfat," terang dr. Rita.

"Jika itu yang ditambahkan, memang bisa saja mengawetkan kandungan vitamin C, tetapi jika dikonsumsi dalam jumlah tertentu oleh orang tertentu, beberapa jurnal kesehatan mengatakan dapat mempengaruhi kesehatan pencernaan. Biasanya muncul bermacam-macam gejala, mulai dari sembelit, perut tidak nyaman, bahkan diare. Dari perspektif keseimbangan gizi, ini jelas mengganggu, apabila pengikatnya disodium fosfat, maka fosfat berlebih akan mendorong kalsium keluar, dalam waktu tertentu ini berpengaruh pada kepadatan tulang, jadi perlu hati-hati mengonsumsinya,” sambung dr. Rita.

2 dari 2 halaman

Risiko Masalah Lambung Bisa Dialami Semua Orang

Mineral-mineral yang diikatkan ini seperti sodium bikarbonat, disodium fosfat, sodium sitrat, bahkan tambahan pengawet lain, seperti sodium benzoat dan potasium sorbat, dalam jumlah tertentu justru membuat pH lambung makin asam, artinya membuat vitamin C tersebut makin sensitif bagi orang yang memiliki gangguan asam lambung.

“Bahkan sebenarnya risiko ini tidak hanya untuk yang memiliki lambung sensitif tetapi semua orang. Memang mereka yang lambungnya sensitif akan lebih cepat terpicu dan merasakan keluhan," terang dr. Rita.

"Intinya, konsumsi zat-zat seperti larutan soda dan pengawet tadi dalam waktu tertentu akan mempengaruhi kesehatan pencernaan dengan manifestasi klinis seperti disebutkan tadi. Tak heran ada yang sampai mengalami keluhan seperti orang keracunan, setelah konsumsi merasa mual, pusing, bisa ada yang sampai muntah, nafsu makan berkurang, hingga iritasi pada kerongkongan. Jadi tidak hanya di lambung,” sambungnya.

Selanjutnya Dr. Rita Ramayulis juga menambahkan bahwa makin sedikit campuran zat pengawet ataupun zat-zat pengikat lain tentu makin baik.

“Sebenarnya kan kita tidak memerlukan zat lain selain yang kita cari, apalagi jika ada efek negatif dari kelebihan kelebihan zat pengawet ataupun tambahan soda. Kemudian perhatikan juga dosisnya dan teknologi farmasi yang digunakan. Apakah keasamannya telah diolah agar lebih rendah. Itu semua perlu dipelajari agar kita bisa mengambil keputusan dengan tepat,” tandas dr. Rita. [RWP]

Baca juga:
Konsumsi Terlalu Banyak Karbohidrat dan Lemak Bisa Timbulkan Kantuk Setelah Makan
Berdasar Aturan BPOM, Begini Cara Simpan Frozen Food dan Olahan Siap Saji
Hendak Kurangi Risiko Penyakit Jantung, Ketahui Rekomendasi Pola Makan Sehat
Kenali 3 Bentuk Malanutrisi yang Rentan Dialami Pasien Kanker Anak

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini