Perubahan Pola Makan Masyarakat Indonesia Akibat Globalisasi Bisa Timbulkan Masalah

Jumat, 15 Mei 2020 08:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Perubahan Pola Makan Masyarakat Indonesia Akibat Globalisasi Bisa Timbulkan Masalah Ilustrasi makan junk food. ©Shutterstock.com/Kzenon

Merdeka.com - Pola makan merupakan salah satu hal penting yang bisa menjadi penyebab berbagai masalah kesehatan. Sebaliknya, pola makan yang tepat juga bisa berdampak baik pada kesehatan seseorang.

Menurut staf Instalasi Gizi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Dedeh, kebiasaan menunda makan dengan alasan sibuk maupun pilihan menu sembarang, perlahan tapi pasti bisa memicu beragam gangguan kesehatan. Kondisi ini bisa jadi merupakan gambaran umum kelompok profesional maupun kalangan muda zaman sekarang.

"Kehidupan modern yang menuntut kecepatan dan semua yang serba praktis, menjadikan orang sering berpikir simpel dan relatif tak peduli dengan pola makan sehat. Tanpa disadari, gaya hidup inilah yang justru mengacaukan pola makan sehat seimbang, konsumsi makanan yang amburadul akhirnya menjadi kebiasaan," jelas Dedeh dalam keterangan resminya.

Dedeh mengatakan gaya hidup modern juga turut memicu berubahnya pola makan tradisional Indonesia yang semula sehat, menjadi miskin serat dan nutrisi lain. Pola makan tidak sehat meliputi diet tinggi lemak dan karbohidrat, makanan dengan kandungan sodium atau garam tinggi, rendahnya konsumsi makanan berserat, serta kebiasaan merokok dan konsumsi minuman beralkohol.

1 dari 1 halaman

Tidak dipungkiri, ujar Dedeh, globalisasi berpengaruh pada gaya hidup masyarakat Indonesia, khususnya pada pola makan. Dan kini, banyak orang yang mengonsumsi makanan tanpa pertimbangan dan lebih mengutakaman kesenangan dan kepuasan.

"Tak cukup hanya nasihat maupun ajakan, juga dibutuhkan kesadaran tinggi untuk menganut pola makan sehat. Harus dipahami bahwa-tubuh perlu asupan gizi, mineral, vitamin, dan serat yang seimbang guna optimalisasi proses metabolisme tubuh," ungkap Dedeh.

Yang pasti, lanjut Dedeh, kita sebaiknya menghindari makanan tinggi lemak, tinggi gula dan garam, tapi rendah vitamin dan nutrisi seperti makanan cepat saji dan jeroan. Terlalu banyak mengonsumsi makanan tersebut akan membuat kita berisiko terkena penyakit degeneratif seperti jantung, hipertensi, diabetes, dan gagal ginjal.

Gizi seimbang ini bisa diperoleh dengan mengonsumsi makanan yang seimbang. Pola makan ini harus meliputi sumber energi,lauk pauk, sayuran dan buah, serta waktu makan yang sesuai. [RWP]

Baca juga:
Jus Buah Bisa Jadi Pilihan Minuman yang Sehat dan Menyegarkan pada Saat Berbuka Puasa
Cara Lezat Buat Kamu Lebih Mudah Tertidur di Malam Hari
Deretan Manfaat dari Hojicha, Teh Jepang yang Selezat Ocha dan Matcha
Tingkat Pendidikan Seseorang Diketahui Memiliki Pengaruh pada Asupan Nutrisi

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Nutrisi
  3. Pola Makan
  4. Fakta Kesehatan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini