Perlukah Anak SD juga Mendapat Vaksin HPV?

Senin, 2 Desember 2019 11:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Perlukah Anak SD juga Mendapat Vaksin HPV? ilustrasi vaksin. ©2012 diena.lv

Merdeka.com - Suntik vaksin HPV bertujuan untuk mencegah wanita terhindar dari kanker serviks atau mulut rahim. Di Indonesia, berdasarkan data dari Global Cancer Incidence, Mortality, and Prevalance (GLOBOCAN) 2018, kasus dari salah satu jenis kanker yang bisa dicegah ini terus meningkat.

Pada saat ini, bersama sejumlah vaksin lain, suntuk HPV tengah digalakkan untuk dilakukan bahkan pada anak-anak. Benarkah hal ini juga perlu dilakukan pada mereka yang masih anak-anak seperti usia SD?

Dokter Venita Eng MSc, perwakilan dari Yayasan Kanker Indonesia DKI Jakarta dan Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) mengatakan bahwa lebih dari 50 orang anak di Indonesia menjadi piatu setiap bulannya, lantaran sang ibu meninggal dunia akibat kanker serviks.

"50 itu jumlah per hari, berarti setahun sekitar 18 ribu. Segitu banyaknya orang yang kehilangan ibunya. Itu kalau anaknya satu. Kalau anaknya tiga, berarti tiga orang anak menjadi anak piatu. Jadi, kalau dikali banyak sekali," kata Venita kepada Health Liputan6.com usai meluncurkan kampanye Sehat Sebelum Nikah: Pentingnya Vaksinasi HPV untuk Pasangan yang Berencana Menikah.

Padahal, mencegah datangnya penyakit ini sangat mudah, yaitu dengan suntik vaksin HPV. Vaksinasi ini bukan suatu hal yang menakutkan dan prosesnya sederhana.

Baca Selanjutnya: Pemberian Vaksin HPV Sejak Anak...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini