KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Perbedaan struktur otak sebabkan masalah perilaku remaja

Senin, 22 Oktober 2012 15:04 Reporter : Kun Sila Ananda
Ilustrasi otak. ©Shutterstock.com/ Sergio77

Merdeka.com - Remaja putri yang mempunyai sikap anti-sosial dan masalah perilaku ternyata memiliki struktur otak yang berbeda dibandingkan remaja biasa lainnya.

Hal ini ditemukan melalui penelitian terhadap 40 remaja putri yang diterbitkan dalam The Journal of Child Psychology and Pcychiatry. Mereka melakukan pemindaian terhadap otak 22 remaja yang memiliki kelainan perilaku dan 20 remaja yang berperilaku biasa.

Penelitian ini menemukan adanya perbedaan struktur otak yang berkaitan dengan wilayah empati dan emosi. Bagian amygdala pada remaja putri yang memiliki masalah perilaku lebih kecil dibandingkan dengan remaja putri yang tidak memiliki masalah perilaku.

Amygdala adalah bagian otak yang berkaitan dengan rasa takut atau merasakan ketakutan orang lain pada diri remaja tersebut. Sementara itu, bagian lain yang disebut insula pada remaja putri bermasalah juga lebih kecil. Insula berkaitan dengan emosi dan pemahaman terhadap perasaan orang lain.

Sebelumnya, penelitian serupa juga menemukan hasil yang sama pada remaja laki-laki.

"Penyebab perubahan struktur otak ini bisa dikarenakan kelainan sejak lahir, yaitu adanya disfungsi otak. Namun juga bisa diakibatkan oleh pengaruh lingkungan yang menekan anak sejak kecil," jelas Dr Andy Calder, seperti dilansir oleh BBC (22/10).

Peneliti menyarankan agar orang tua melakukan pemindaian otak sejak dini untuk mengetahui risiko kelainan perilaku pada remaja. Pemindaian juga bisa dilakukan ketika remaja mulai bermasalah dengan perilaku, sebelum membawa mereka ke psikolog. [kun]

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.