Penyintas COVID-19 Perlu Pastikan Tubuh dalam Kondisi Prima Sebelum Divaksinasi

Rabu, 6 Oktober 2021 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Penyintas COVID-19 Perlu Pastikan Tubuh dalam Kondisi Prima Sebelum Divaksinasi Antusiasme warga ikut vaksin Covid-19. ©2021 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Usai mengalami COVID-19, penyintas biasanya membutuhkan sejumlah waktu dulu sebelum diperbolehkan memperoleh vaksinasi. Ketika sudah tiba waktunya memperoleh vaksinasi, terdapat sejumlah hal yang perlu diketahui penyintas COVID-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro berpesan agar penyintas COVID-19 yang akan divaksin harus dalam kondisi prima dan tidak sakit. Upaya tersebut bertujuan vaksin dapat bekerja optimal.

"Orang yang divaksinasi harus dalam kondisi yang prima, agar vaksin dapat diterima dengan baik oleh tubuh dan menambah perlindungan yang diharapkan," pesan Reisa.

Aturan mengenai vaksinasi bagi penyintas COVID-19 sudah dikeluarkan Kementerian Kesehatan melalui surat edaran nomor HK.02.01/I/2524/2021. Surat edaran diteken Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwu tertanggal 29 September 2021.

“Dalam surat edaran ini diatur ketentuan, bahwa penyintas COVID-19 dengan derajat keparahan penyakit ringan hingga sedang, dapat divaksinasi satu bulan setelah sembuh," papar Reisa.

"Sedangkan, untuk penyintas dengan derajat keparahan penyakit yang berat, vaksinasi diberikan dengan jarak waktu minimal 3 bulan setelah dinyatakan sembuh," sambungnya.

2 dari 2 halaman

Penyintas COVID-19 Jangan Pilih-pilih Vaksin

Untuk jenis vaksin COVID-19 bagi penyintas, menurut Reisa Broto Asmoro, disesuaikan dengan logistik vaksin yang tersedia, sehingga tidak perlu memilih-milih.

“Vaksin yang terbaik adalah yang tersedia buat kita saat giliran kita tiba,” tegasnya.

Terkait vaksinasi penyintas, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, vaksinasi COVID-19, dalam aspek ilmiah dan medis, bersifat dinamis dan terus mengalami perkembangan.

“Data terkait efikasi dan keamanan vaksin juga terus digali dan disempurnakan oleh para ahli. Salah satunya mengenai pemberian vaksinasi bagi sasaran penyintas COVID-19,” katanya.

Reporter: Fitri Haryanti Harsono
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Baca juga:
Apa Sih Sebenarnya Vaksin Booster Itu dan Apa Manfaatnya?
Jika Sudah Rampung, Vaksin Merah Putih Bisa Digunakan Sebagai Booster Tahun Depan
Ketahui 2 Kunci untuk Mengubah Kondisi Pandemi COVID-19 Menjadi Endemi
Penelitian Masih Dilakukan untuk Penggunaan Herbal sebagai Terapi Tambahan COVID-19
Vaksinasi COVID-19 Boleh Diberikan Terhadap Lansia dengan Demensia

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini