Pentingnya Pemeriksaan pada Calon Orangtua Sebelum Merencanakan Kehamilan

Selasa, 24 Mei 2022 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Pentingnya Pemeriksaan pada Calon Orangtua Sebelum Merencanakan Kehamilan Ilustrasi pasangan suami istri. ©2014 Merdeka.com/shutterstock.com/Dragon Images

Merdeka.com - Pemeriksaan kesehatan bahkan penting dilakukan bahkan ketika merencanakan memiliki keturunan. Hal ini tidak hanya penting dilakukan pada calon ibu namun juga calon ayah.

Dalam merencanakan kehamilan, calon orang tua disarankan melakukan skrining guna mendeteksi lebih dini kesehatan jasmaninya, sehingga dapat mencegah berbagai kemungkinan di kemudian hari.

Dokter spesialis kandungan dan kebidanan dr. Yassin Yanuar MIB, SpOG-KFER, M.Sc mengatakan, sangat penting bagi calon ibu dan ayah untuk saling terbuka dengan kondisi kesehatan masing-masing sebelum merencanakan kehamilan atau hendak membangun keluarga.

"Alangkah lebih baik lagi jika calon ibu dan calon ayah melakukan berbagai tes atau skrining kesehatan agar dapat mendeteksi lebih dini kesehatan jasmaninya, sehingga dapat mencegah berbagai kemungkinan di kemudian hari," terangnya dilansir dari Antara.

Selain kesehatan orang tua, hal yang tak kalah penting dalam merencanakan kehamilan adalah dukungan sosial seperti keluarga, lingkungan kerja, kondisi finansial dan lainnya.

Calon orang tua juga perlu untuk mengakses berbagai informasi terkait kehamilan, persalinan dan pola asuh anak agar lebih percaya diri dalam menjalani peran barunya.

2 dari 3 halaman

Hal yang Harus Diperhatikan sebelum Kehamilan

Yassin juga memaparkan perihal poin penting yang harus diperhatikan dalam mempersiapkan kehamilan guna menjaga kesehatan dan kenyamanan pada proses kehamilan hingga persalinan nantinya.

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator keberhasilan upaya kesehatan ibu. Sebagian besar kematian ibu selama proses kehamilan, persalinan dan nifas dapat dicegah.

Penyebab langsungnya antara lain pendarahan, preeklampsia, dan infeksi. Sedangkan penyebab tidak langsungnya seperti usia terlalu muda (kurang dari 20 tahun, terlalu tua (lebih dari 35 tahun), terlalu sering (jarak antar kelahiran kurang dari 2 tahun), terlalu banyak (jumlah anak kurang dari 3 tahun lebih dari 2).

"Terlambat mengenali bahaya, terlambat ke fasilitas kesehatan, terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan," kata Yassin.

3 dari 3 halaman

Faktor Kesehatan yang Harus Diperhatikan

Selain itu, beberapa faktor kesehatan yang masih banyak terjadi pada perempuan, yang juga dapat menjadi risiko selama kehamilan dan persalinan berlangsung adalah Kurang Energi Kronik (KEK), anemia, HIV, dan lain-lainnya.

Gaya hidup sehari-hari tanpa disadari juga memiliki peran penting terhadap kesiapan fisik seseorang menuju kehamilan. Hal ini dapat menjadi penghambat kesuburan baik dari sisi perempuan maupun laki-laki di antaranya seperti merokok (merusak oosit pada perempuan) dan konsumsi alkohol (penurunan kualitas sperma).

Olahraga yang terlalu berat atau lebih dari 5 jam per minggu, terbukti mampu menurunkan tingkat kesuburan. Riwayat penyakit seperti diabetes, hipertensi kronis, asma, penyakit tiroid, penyakit jantung, epilepsi, penyakit ginjal kronis, penyakit autoimun, dan lainnya juga wajib menjadi perhatian. [RWP]

Baca juga:
Waspadai Terjadinya Gagal Jantung pada Masa Akhir Kehamilan
Penyebab Kaki Bengkak saat Hamil, Ketahui Cara Mengatasinya
Ketahui Saran Asupan Kalori bagi Ibu Hamil saat Puasa
Bahaya Kondisi Terlalu Gemuk pada Ibu Hamil terhadap Buah Hati

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Tips Sehat
  3. Kehamilan
  4. Seputar Kehamilan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini