Pentingnya Edukasi di Rumah agar Anak Tak Jadi Korban Pelecehan Seksual

Kamis, 30 Juni 2022 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Pentingnya Edukasi di Rumah agar Anak Tak Jadi Korban Pelecehan Seksual Ilustrasi Pelecehan Seksual Anak. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Bagi orangtua, melindungi buah hati merupakan suatu hal yang mutlak untuk dilakukan. Salah satu hal yang menjadi kekhawatiran bagi orangtua adalah bahwa anak akan mengalami pelecehan seksual.

Psikolog keluarga dan anak dari Lembaga Psikolog Terapan UI (LPTUI) Anna Surti Ariani membagikan kiat- kiat praktis untuk memberikan edukasi sedini mungkin pada buah hati sehingga potensi terjadinya pelecehan seksual bisa dihindari.

"Pendidikan seksualitas pada anak memang harus dimulai dari usia dini. Dimulai dari usia 0-2 tahun. Kita sebagai orang tua harus menyampaikan dengan benar anggota- anggota tubuh anak sesuai dengan nama aslinya dan tidak memakai nama- nama kiasan," kata Anna beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Dengan memberitahu nama asli dari anggota tubuh, anak nantinya dapat dengan mudah memberikan laporan kepada orang tua jika terjadi hal- hal yang tidak diinginkan.

Setelah memasuki usia di atas dua tahun, ajarkan anak untuk bisa menghargai tubuhnya sendiri dimulai dari hal sederhana membiasakan anak mengganti baju di tempat yang tertutup.

"Ini sering terjadi nih di tempat liburan, misalnya lagi di pantai terus mau mandi. Anaknya disuruh buka baju di tempat umum, terus akhirnya dilihat semua orang saat mandi. Ini bisa membuat anak tidak biasa untuk menghargai tubuhnya. Jadi ajari anak untuk menghargai tubuhnya dan salah satu caranya membiasakan diri ganti baju di tempat tertutup," ujar wanita yang juga Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia wilayah Jakarta itu.

2 dari 2 halaman

Selain itu, anak juga wajib diajarkan mengenai pemahaman sentuhan yang baik dan buruk. Berikan pemahaman kepada anak bahwa hanya orang tua atau pengasuh yang boleh memegang atau menyentuhnya itu pun hanya dalam kondisi pengasuh sedang meladeni anak.

"Ajarkan anak juga untuk berani memberitahukan hal- hal yang tidak nyaman kepada orang tuanya. Orang tua pun harus membiasakan diri menerima laporan anaknya dan harus bisa menyamankan bagi anaknya," katanya.

Untuk membiasakan edukasi dan komunikasi terkait seksualitas, orang tua bisa menggunakan metode "Role Play" atau bermain peran sehingga anak mengerti dengan lebih mudah mengambil keputusan jika ada kondisi- kondisi yang tidak menguntungkan.

Misalnya orang tua bisa mengajak anak berperan jika tiba- tiba ada orang asing di tempat umum yang memegang badan anak maka anak harus melaporkan ke orang tua atau segera mencari pertolongan ke orang lain. Hal ini diharap bisa membuat anak mampu melindungi diri dan terhindar dari pelecehan seksual. [RWP]

Baca juga:
Tak Hanya Olahraga, Aktivitas Fisik Juga Penting Dilakukan Anak-Anak
Stunting dan Anemia Masih Menghantui Anak-anak di Indonesia
Pemberdayaan PAUD dalam Upaya Penurunan Stunting di Indonesia Melalui
Ibu Disarankan Tidak langsung Menyusui Anak ketika Dia Menangis
Tips bagi Orangtua untuk Biasakan Anak Puasa untuk Kali Pertama

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Parenting
  3. Kesehatan Anak
  4. Tips Sehat
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini