Pengobatan bagi Pasien Parkinson Tidak Akibatkan Kerusakan pada Ginjal

Rabu, 9 Januari 2019 08:18 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Pengobatan bagi Pasien Parkinson Tidak Akibatkan Kerusakan pada Ginjal ilustrasi parkinson. ©news.christianacare.org

Merdeka.com - Parkinson saat ini bukan merupakan hal yang jarang ditemui pada kehidupan sehari-hari. Penyakit yang berasal dari nama seorang dokter yaitu James Parkinson.

Penyakit parkinson ini sendiri merupakan penyakit neurodegeneratif berupa hilangnya inervasi dopamin dari basal ganglia. Dalam penyembuhan, pengobatan parkinson secara umum terbagi menjadi 2, farmakologi (dengan obat) dan nonfarmakologi (selain obat).

Dr. Siti Nurlaela, SpS dari RS Hermina Tangkuban Prahu, Malang, menyebut bahwa penderita Parkinson terutama yang disertai masalah ginjal tidak memerlukan penyesuaian tertentu.

"Kalau mengenai pengobatan parkinson pada gangguan ginjal, secara umum pengobatan parkinson tidak bersifat nefrotoksik, artinya tidak mengakibatkan kerusakan pada ginjal," jelas Nurlaela.

Walau pengobatan parkinson tidak mengakibatkan kerusakan ginjal, namun perlu dilakukan penyesuaian terhadap mereka.

"Yang perlu diperhatikan bahwa obat parkinson kebanyakan diekskresikan (dibuang) melalui ginjal, sehingga pada pasien dengan gangguan ginjal(khususnya yang sudah lanjut) perlu dilakukan adjustment dose(penyesuaian dosis) sehingga tidak terjadi efek toksik dari obat," ungkap Nurlaela.

Selain dengan berbagai cara menggunakan obat atau farmakologi ini, terdapat juga cara nonfarmakologi. Cara ini menggunakan rehabilitasi medik, misalnya terapi wicara, latihan untuk menjaga kestabilan tubuh, dan lain sebagainya.

Selain karena berbagai cara terapi tersebut, saat ini juga terdapat operasi parkinson, sehingga harapannya dapat meningkatkan kualitas hidup penderita [RWP]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini