Penggunaan Pewarna dan Obat Pelurus Rambut Bisa Picu Risiko Kanker Payudara

Sabtu, 7 Desember 2019 14:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Penggunaan Pewarna dan Obat Pelurus Rambut Bisa Picu Risiko Kanker Payudara Ilustrasi mewarnai rambut. ©2014 Merdeka.com/shutterstock.com/baki

Merdeka.com - Banyak wanita yang mengubah model dan tampilan rambut untuk lebih terlihat menarik dan menyenangkan hati. Salah satu hal yang biasa dilakukan adalah dengan mewarnai rambut dan meluruskannya. Namun ternyata kedua hal ini bisa menimbulkan dampak bagi kesehatan.

Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa penggunaan pewarna rambut permanen dan obat pelurus rambut bisa menimbulkan masalah kesehatan. Kedua bahan tersebut diketahui bisa meningkatkan risiko kanker payudara.

Dilansir dari Independent, hasil temuan ini dipublikasikan pada International Journal of Cancer. Dipelajari mengenai seberapa pentingnya dampak dari produk rambut ini kesehatan.

Berdasar peneliti dari National Institutes of Health (NIH) dan National Institute of Environmental Health Sciences, wanita yang menggunakan pewarna rambut permanen dan pelurus rambut atau memakaikan pada orang lain memiliki risiko kesehatan. Mereka memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker payudara dibanding wanita yang tak terpapar produk ini. Lebih lanjut, risiko lebih tinggi dimiliki oleh wanita kulit hitam.

Untuk mendapat temuan ini, peneliti menganalisis data dari 46.709 wanita dengan rentang usia antara 35 hingga 74 tahun. Selain itu dilakukan juga penelitian terhadap wanita yang saudaranya mengalami kanker payudara.

1 dari 1 halaman

Pewarna rambut Permanen Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Setelah menganalisis jawaban terkait kesehatan, gaya hidup, dan demografi wanita, didapat mengenai hasil ini. Wanita yang menggunakan pewarna rambut secara rutin enam persen lebih berisiko mengalami kanker payudara dibanding mereka yang tidak.

Tes darah untuk mendeteksi kanker payudara menghasilkan hasil yang lebih dekat setelah dilakukan tes pada wanita berkulit hitam. Penggunaan pewarna rambut permanen dihubungkan dengan meningkatknya risiko kanker payudara sebesar 45 persen.

Semakin sering penggunaannya, maka risiko penyakit ini juga bakal semakin tinggi. Ketika pewarna rambut permanen ini digunakan setiap lima hingga delapan minggu atau lebih, risiko meningkat hingga 60 persen.

Ketika jenis pewarna rambut diganti, risiko masalah ini juga berubah. Ketika menggunakan pewarna rambut semi permanen atau temporer, masalah risiko kanker payudara ini tidak muncul.

Bagi wanita yang menggunakan obat pelurus rambut, risiko kanker payudara meningkat hingga 18 persen. Walau begitu, masih butuh penelitian lagi untuk mengetahui kesahihan dari temuan ini. [RWP]

Baca juga:
Benarkah Kedelai Bisa Jadi Penyebab Munculnya Kanker Payudara?
Wanita dengan Payudara Padat Lebih Berisiko Terkena Kanker Payudara
Ketika Wanita Menyusui, Sel Kanker Payudara Bakal Mati
Kanker Payudara pada Pria Bisa Jadi Lebih Ganas Timbang pada Wanita
Bawang Merah dan Putih Diketahui Bisa Bermanfaat Turunkan Risiko Kanker Payudara

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini