Peneliti Temukan Bahwa Tingginya Stres Bisa Jadi Penyebab Munculnya Kanker

Selasa, 28 Mei 2019 08:10 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Peneliti Temukan Bahwa Tingginya Stres Bisa Jadi Penyebab Munculnya Kanker Ilustrasi stres. © Lifehacker

Merdeka.com - Stres kronis diketahui memiliki sejumlah hal negatif pada tubuh. Sebuah penelitian terbaru menyebut bahwa hal ini dapat memicu berkembangnya peradangan dan penyakit kardiometabolik.

Dilansir dari Medical Daily, stres ini dapat menyebabkan munculnya kanker. Sebuah penelitian yang dilakukan sebelumnya menyebutkan bahwa pada jenis kanker tertentu, hal ini dapat mempercepat pertumbuhan dan memperburuk penyakit ini.

National Cancer Institute menyebut bahwa terdapat sejumlah penelitian yang membuktikan bahwa terdapat hubungan langsung antara kanker dan stres. Shelley Tworoger, associate professor dari the Moffitt Cancer Center in Tampa, menyebut bahwa terdapat sejumlah faktor yang menghubungkan risiko kanker dengan kondisi mental seseorang.

Stres kronis ini dapat membuat tubuh mengaktifkan jalur yang membantu produksi hormon stres yang disebut oleh Tworoger tidak baik bagi tubuh. Penelitian sebelumnya menyebut bahwa aktivitas seperti ini dapat mempengaruhi tubuh dalam hal metabolisme, serta sejumlah hal yang seharusnya melindungi tubuh.

Perubahan yang terdjadi pada tubuh ini disebut Tworoger bisa berkontribusi terhadap berkembangnya kanker. Stres kronis bisa melemahkan sistem imun tubuh sehingga menyebabkan sel kanker menyebar ke seluruh tubuh karena tak adanya perlindungan alami.

"Terdapat bukti kuat bahwa stres kronis dapat mempengaruhi risiko kanker dan pertumbuhannya ketika ketahanan tubuh tak ada," ungkap Elisa Bandera, profesor dan kepalan bidang Cancer Epidemiology and Health Outcomes di Rutgers Cancer Institute, New Jersey.

Penelitian terbaru yang dilakukan Tworoger dan timnya ini menemukan bahwa orang yang secara sosial terasing memiliki risiko 1,5 lebih besar mengalami kanker ovarium. Grup yang memiliki gejala stres telah berat mengalami risiko lebih tinggi memiliki penyakit yang sama.

Berdsar penelitian yang dilakukan oleh Tworoger ini, ketika tingkat stres seorang pasien kanker menurun, kualitas hidup yang dimilikinya bakal meningkat. Menurunkan stres ini bisa menjadi cara untuk mencegah munculnya kanker pada seseorang atau untuk mengurangi gejala penyakit tersebut. [RWP]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini