Penderita migrain tingkatkan risiko perubahan fungsi otak

Minggu, 18 November 2012 12:25 Reporter : Destriyana
Penderita migrain tingkatkan risiko perubahan fungsi otak Ilustrasi migrain. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/Yuri Arcurs

Merdeka.com - Sebuah studi terbaru menemukan bahwa wanita yang menderita migrain lebih berisiko mengalami lesi otak - kelainan struktur atau fungsi otak - dibandingkan mereka yang tidak mengalami sakit kepala.

"Kami menemukan volume perubahan otak yang lebih tinggi dari wanita yang mengalami migrain. Sayangnya, tidak ada bukti hubungan yang kuat antara tingkat serangan migrain atau faktor lain yang terkait dengan lesi," kata Dr. Mark Kruit, peneliti dari Leiden University Medical Center di Belanda, seperti dilansir Health.com, (13/11).

Hasil studi yang dipublikasikan dalam American Medical Association ini menunjukkan bahwa perubahan otak, yang disebut white matter hyperintensities, diduga disebabkan oleh kurangnya oksigen dalam sel (iskemia). Menurut peneliti, lesi menjadi indikasi penyakit aterosklerosis, stroke iskemik, dan penurunan kognitif.

Wanita lebih rentan terhadap migrain dibandingkan pria. Studi sebelumnya menjelaskan bahwa migrain dipengaruhi hormon estrogen pada wanita. Penelitian kali ini juga merupakan tindak lanjut atas penelitian sebelumnya yang diterbitkan pada tahun 2004.

Migrain bukan penyakit enteng yang bisa Anda abaikan. Migrain bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti Penyakit kardiovaskular, obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, merokok, dan kurang olahraga. [des]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini