Penderita Diabetes Lebih Berisiko Terkena Katarak dengan Cepat

Kamis, 25 November 2021 09:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Penderita Diabetes Lebih Berisiko Terkena Katarak dengan Cepat Ilustrasi katarak. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Tyler Olson

Merdeka.com - Masalah pengelihatan berupa katarak merupakan penyakit degeneratif yang biasanya muncul saat usia lanjut. Walau tak bisa untuk dicegah, namun kemunculan penyakit ini sebenarnya bisa diperlambat.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan katarak lebih cepat muncul dan mengganggu penglihatan, salah satunya adalah penyakit diabetes.

"Ini dikarenakan adar gula darah yang terlalu tinggi akibat diabetes lama-lama akan merusak fungsi pembuluh darah yang mengalir di area mata, dan mempercepat katarak," jelas dr. Referano Agustiawan SpM(K), Cataract Specialist JEC Eye Hospitals and Clinics.

Pengendapan gula di area antara bola mata dan lensa kornea menyebabkan lensa mata membengkak dan membentuk katarak.

2 dari 3 halaman

Gejala Katarak Diabetik

Gejala katarak di awal tidak langsung mengganggu fungsi penglihatan sehingga bisa sulit disadari oleh pasien diabetes. Katarak akan berkembang secara perlahan seiring waktu sampai menyebabkan gangguan penglihatan yang serius.

"Katarak menjadi salah satu penyumbang kebutaan pada penderita diabetes. Dan memiliki risiko kebutaan 25 kali lebih tinggi dibanding orang yang tidak terkena diabetes," Referano menjelaskan.

Anda perlu mewaspadai tanda-tanda katarak diabetik, seperti:

Penglihatan buram dan berkabut
Pandangan kabur
Titik kabut di sekitar lensa mata
Mata sensitif terhadap cahaya terang
Melihat lingkaran saat terkena cahaya terang
Penglihatan berubah menguning

3 dari 3 halaman

Mencegah Katarak Diabetik

Kondisi ini juga dapat memburuk apabila ditunjang bersama sejumlah kebiasaan, seperti merokok dan minum-minuman alkohol. Individu yang punya riwayat keluarga diabetes juga berpeluang tinggi mendapatkannya.

Sehingga, penting untuk melakukan pemeriksaan rutin untuk mengontrol gula darah.

Referano juga menyarankan agar masyarakat mengubah pola makan menjadi lebih sehat dengan banyak mengonsumsi buah-buahan dan sayuran, serta membiasakan diri untuk memperbanyak aktivitas fisik yang bersifat aerobik atau membakar lemak.

Pola makan sehat yang kaya vitamin dan mineral juga dapat dikaitkan dengan penurunan risiko katarak. Buah-buahan dan sayuran terbukti memiliki banyak manfaat kesehatan dan merupakan cara terbaik untuk meningkatkan jumlah mineral dan vitamin harian.

Reporter: Lianna Leticia
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Baca juga:
Pentingnya Mengatasi Gangguan Mata, Tak Hanya demi Pengelihatan Tapi Juga Mental
Bertambahnya Ragam Penyakit Paru Diharap Membuat Masyarakat Waspada
Lansia Jadi Prioritas Vaksinasi Influenza di Indonesia
Pada saat Asam Lambung Naik, Ini Posisi Tidur yang Disarankan
Pentingnya Pemberian Vaksinasi Influenza pada Masa Pandemi
Bisa Sebabkan Masalah, Ini Jumlah Air yang Sebaiknya Dikonsumsi Pasien Gagal Jantung

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini