Pasangan Suami Istri Disarankan Menunda Kehamilan saat Masa Pandemi

Jumat, 8 Mei 2020 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Pasangan Suami Istri Disarankan Menunda Kehamilan saat Masa Pandemi ilustrasi ibu hamil. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/K3S

Merdeka.com - Banyak pasangan yang menginginkan untuk memiliki momongan, walau begitu, di saat pandemi seperti sekarang, mereka disarankan untuk mempertimbangkannya. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Hasto Wardoyo menyarankan untuk menundanya terlebih dahulu.

"Untuk yang belum hamil, mari hitung-hitung dulu, mari merencanakan kehamilan ini menguntungkan atau tidak," kata Hasto dalam live Instagram antara Klikdokter dengan BKKBN beberapa waktu lalu.

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan soal kehamilan di tengah wabah COVID-19 yang terjadi di Indonesia dan dunia ini. Pertama, kehamilan menurunkan daya tahan tubuh. Perempuan yang hamil bakal mengalami penurunan daya tahan tubuh agar tubuh tidak menolak sang janin.

"Kalau imunitas turun, tubuh mudah kena infeksi," jelas pria yang juga dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan ini.

1 dari 2 halaman

Kedua, perempuan hamil rentan mengalami mual dan muntah alias morning sickness. Ketika hal ini terjadi, asupan makanan jadi berkurang alhasil nutrisi tubuh tidak cukup.

"Sudah daya tahan tubuh menurun, nutrisinya tidak cukup, ini tambah berat lagi. Jadi harus hitung-hitung dulu," tuturnya.

Ketiga, belum diketahui efek obat untuk Corona. Hasto menerangkan bahwa pembentukan organ-organ tubuh janin terjadi di delapan minggu pertama kehamilan. Bila misalnya seorang perempuan hamil mengalami infeksi, apalagi infeksi Corona, lalu terpaksa minum obat, belum diketahui efeknya bagi janin.

"Misalnya demam, kan kita enggak tahu apa pengaruh obat-obat untuk pengobatan Corona bagi orang yang hamil," kata pria pakar fertilitas ini.

Terakhir, tenaga medis dan fasilitas kesehatan terbatas. Pada saat pandemi Corona seperti saat ini ada imbauan agar tidak mengunjungi rumah sakit atau fasilitas kesehatan guna meminimalisasi terinfeksi Corona.

2 dari 2 halaman

Hasto mengingatkan bahwa dari 100 kehamilan minimal ada 5 orang yang tidak berlanjut kehamilannya atau mengalami keguguran. Dalam kondisi tersebut, bila mengalami keguguran tentu akan sulit mendapatkan layanan tenaga medis dan fasilitas kesehatan.

"Atas dasar alasan-alasan tadi, alangkah bijaknya yang belum hamil dipikir seribu kali, untuk ditunda dulu," sarannya.

"Nanti kalau pandemi berlalu, direncanakan kehamilan," tandasnya.

Reporter: Benedikta Desideria
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Baca juga:
Masa Pandemi COVID-19, Rentan Terjadi Kehamilan Tak Diinginkan
Olahraga ketika Kehamilan Bisa Buat Bayi yang Dilahirkan jadi Lebih Bugar
Konsumsi Sayur Sebelum Kehamilan Bisa Bantu Cegah Kelahiran Prematur
Sejumlah Hal yang Harus Diketahui Penderita Diabetes yang Tengah Hamil

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini