Paruresis, Sindrom yang Membuatmu Takut Buang Air di Toilet Umum

Senin, 24 Februari 2020 13:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Paruresis, Sindrom yang Membuatmu Takut Buang Air di Toilet Umum Ilustrasi buang air. boldsky.com

Merdeka.com - Ketika muncul keinginan untuk buang air di tempat umum atau jalan, sangat umum seseorang menyalurkannya di toilet umum. Namun, ternyata tak semua orang bisa buang air dengan mudah ketika berada di toilet umum.

Ketakutan menggunakan toilet umum ini biasa dikenal sebagai bashful bladder syndrome (BBS)atau paruresis. Kondisi dari masalah ini bisa mulai cukup ringan hingga sangat parah.

Dilansir dari Times of India, paruresis ini biasanya disebabkan karena rasa cemas. Kecemasan ini menyebabkan otot menjadi tegang dan sulit untu dilemaskan.

Untuk buang air kecil, kamu membutuhkan otot panggul dalam kondisi lemas. Sayangnya, rasa tegang ini kerap muncul pada seseorang ketika ada orang lain di toilet. Hal ini membuat mereka sulit melemaskan otot panggul.

1 dari 1 halaman

Seseorang yang mengalami paruresis bakal kesulitan buang air kecil ketika ada orang lain di urinoir atau toilet sebelah. Bagi pria, kesulitan buang air kecil ketika berada di urinoir yang bersebelahan dengan orang lain bisa tergolong sebagai masalah dalam tingkat ringan.

Dalam kasus yang parah, seseorang merasa benar-benar harus sendiri dan jauh dari orang lain untuk bisa buang air. Pada kasus unik tertentu, bau badan, suara, serta hal lain bisa menjadi penyebab masalah ini.

Ketika menngalami masalah ini, penanganan dari psikoterapis bisa bermanfaat untuk mengatasinya. Selain itu, membiasakan diri dengan kebiasaan orang lain juga bisa menolong.

Sebuah penelitian mengungkap bahwa terapi perilaku kognitif bisa membantu menangani masalah ini. Teknik relaksasi juga bisa dilakukan untuk menangani masalah ini. [RWP]

Baca juga:
Konsumsi Teh Bisa Turunkan Depresi pada Manula
Melihat Bagaimana Comfort Food Bekerja, Adakah Bahaya yang Tersimpan di Dalamnya?
Penting Diketahui, Ini Perbedaan Antara Psikopat dan Sosiopat

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kesehatan Mental
  3. Fakta Kesehatan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini