Orangtua Lakukan WFH di Rumah, Begini Cara agar Anak Tak Merasa Diabaikan

Jumat, 9 Juli 2021 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Orangtua Lakukan WFH di Rumah, Begini Cara agar Anak Tak Merasa Diabaikan Ilustrasi ayah dan anak. ©2012 Shutterstock/Golden Pixels LLC

Merdeka.com - Pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat mulai diberlakukan pemerintah dari 3 hingga 20 Juli 2021. Hal ini membuat munculnya beragam perubahan pada kehidupan masyarakat.

Selama pemberlakuan PPKM darurat, sebagian perkantoran kembali memberlakukan bekerja dari rumah, work from home (WFH), di saat yang bersamaan anak-anak sekolah juga memasuki musim liburan. Bagaimana cara mengatur waktu agar anak tak merasa diabaikan?

Psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psikolog dari Klinik Terpadu Universitas Indonesia mengatakan orangtua perlu menciptakan suasana yang dapat membuat anak senang dan tak merasa diabaikan.

"Luangkan waktu, tidak harus setiap waktu, ada waktu-waktu yang sengaja diluangkan untuk beraktivitas bersama anaknya," ujar Anna dilansir dari Antara beberapa waktu lalu.

Untuk orangtua yang bekerja dari rumah, Anna menyarankan untuk mengambil waktu cuti satu hari. Waktu ini harus digunakan secara optimal dan tidak terganggu dengan kegiatan lain.

"Setengah hari juga enggak apa-apa kita optimalkan bersama anggota keluarga, kalau bapak dan ibu bekerja, kita luangkan waktu tertentu misalnya hari Jumat pagi sampai siang beraktivitas bersama," kata Anna.

"Jadi tetap ada waktunya untuk orangtua menyediakan waktunya untuk anak-anak di rumah. Anak-anak juga jadi enggak merasa diabaikan saat di rumah," sambungnya.

Baca Selanjutnya: Cara Cegah Depresi Anak selama...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini