Operasi caesar tingkatkan risiko wanita kena hernia, benarkah?

Senin, 10 Juli 2017 15:26 Reporter : Febrianti Diah Kusumaningrum
Operasi caesar tingkatkan risiko wanita kena hernia, benarkah? Ilustrasi operasi caesar. Shutterstock

Merdeka.com - Selain melahirkan dengan cara normal atau vaginal birth, ada pula operasi caesar. Cara ini terpaksa ditempuh ketika keadaan tidak memungkinkan bagi wanita untuk melahirkan secara normal. Dan karena operasi caesar termasuk operasi besar, maka proses pemulihannya pun lama. Selain itu muncul beberapa larangan bagi wanita yang baru operasi caesar, salah satu contohnya adalah dilarang untuk mengangkat beban berat atau melakukan aktivitas berat lainnya.

Tak hanya larangan, ada pula mitos yang mengatakan bahwa operasi caesar akan meningkatkan risiko wanita untuk terkena hernia. Benarkah demikian?

"Hernia setelah operasi caesar atau yang memiliki nama lain hernia insisional terjadi dimana lapisan luar perut mendorong keluar melalui sayatan bedah. Lapisan ini keluar karena adanya tekanan abdomen dari dalam perut," ungkap penelitian dari thehealthsite.com.

"Hernia ini ternyata tak hanya wanita yang baru saja operasi caesar saja. Mereka yang kegemukan, menderita diabetes, atau memiliki jaringan perut yang lemah juga memiliki risiko yang sama."

Saat hernia tersebut muncul, langkah apa yang harus kamu lakukan?

"Jika hernia tidak terlalu besar dan tidak sampai menimbulkan ketidaknyamanan, maka tidak perlu dilakukan tindakan pembedahan. Namun jika ukuran hernia besar dan muncul komplikasi, maka kamu wajib melakukan operasi pembedahan." [feb]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini