Miliki Jerawat Bisa Buat Seseorang Mengalami Depresi

Jumat, 30 Agustus 2019 13:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Miliki Jerawat Bisa Buat Seseorang Mengalami Depresi ilustrasi jerawat. ©www.wisegeek.org

Merdeka.com - Masalah jerawat merupakan suatu hal yang umum dialami oleh banyak orang. Hal ini membuat seseorang mengalami masalah percaya diri pada penampilannya.

Umumnya, masalah jerawat ini mulai kita alami ketika memasuki usia remaja. Namun siapa sangka, hal ini ternyata tak hanya berpengaruh dengan rasa percaya diri saja namun juga memiliki kemungkinan timbulkan depresi pada seseorang.

Penelitian menemukan bahwa pasien yang memiliki jerawat memiliki risiko mengalami depresi yang meningkat secara signifikan. Namun hal ini hanya mereka alami pada lima tahun pertama memiliki jerawat.

Dilansir dari The Health Site, The British Journal of Dermatology menganalisis data dari The Health Improvement Network (THIN). Data ini dikumpulkan mulai tahun 1986 hingga 2012.

1 dari 3 halaman

Risiko Depresi Terjadi pada 5 Tahun Pertama

Peneliti menemukan bahwa risiko depresi paling besar terjadi pada satu tahun pertama memiliki jerawat. Diketahui bahwa risiko depresi ini 63 persen lebih tinggi dibanding orang-orang yang tak memiliki jerawat atau yang jumlahnya menurun.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penting untuk memonitor perubahan mood dan mental pada pasien yang memiliki jerawat. Penting juga untuk merancang perawatan depresi bagi para penderita jerawat ini.

2 dari 3 halaman

Terdapat Hubungan antara Jerawat dan Kesehatan Mental

"Hasil penelitian ini menyoroti hubungan yang penting antara penyakit kulit dan penyakit mental. Karena risiko depresi paling tinggi pada masa setelah pasien datang pada psikolog terkait masalah jerawat, hal ini menunjukkan seberapa berdampak masalah kulit terhadap kesehatan mental secara keseluruhan, " terang peneliti Dr. Isabelle Vallerand dari University of Calgary, Kanada.

3 dari 3 halaman

Jangan Anggap Remeh Jerawat

Selama ini, masalah jerawat ini sering hanya dianggap terjadi pada permukaan kulit saja. Namun melalui penelitian ini kita memahami bahwa masalah ini juga dapat berbuntut panjang pada jangka waktu tertentu.

"Pada pasien yang memiliki jerawat, hal ini lebih dari masalah kulit. Hal ini menunjukkan masalah kesehatan mental yang signifikan dan perlu untuk ditangani dengan serius," tandas Vallerand. [RWP]

Baca juga:
Polusi Udara Bisa Picu Munculnya Gangguan Bipolar dan Depresi
Sejumlah Hal yang penting Diketahui Orangtua Mengenai Dermatitis Atopik pada Anak
Penggunaan Media Sosial Bisa Sebabkan Masalah Mental pada Anak dan Remaja

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini