Menurut Psikolog, Begini Cara Mengatasi Anak yang Tantrum

Senin, 14 November 2022 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Menurut Psikolog, Begini Cara Mengatasi Anak yang Tantrum Ilustrasi Anak Tantrum. ©Parents.com

Merdeka.com - Orangtua kerap kelabakan dan kesulitan mengatasi anak yang sedang rewel atau tantrum. Butuh kesabaran dan juga cara tepat dari orangtua agar masalah anak tantrum ini tidak jadi semakin panjang.

Psikolog anak dan remaja dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (UI) Vera Itabiliana menjelaskan langkah-langkah bagi orang tua menghadapi anak yang tantrum atau ledakan emosi.

"Langkah pertama sadari emosi anak apa. Oh dia marah, dia mulai teriak-teriak, mulai guling-guling. Lalu langkah selanjutnya orang tua juga harus menyadari diri sendiri. Kalau ternyata emosi kita terpancing, penting ambil sedikit waktu untuk menenangkan diri," kata Vera beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Sambil mencoba menenangkan diri, orang tua bisa memindahkan posisi anak yang tantrum ke tempat yang lebih aman.

Vera mencontohkan jika situasinya anak tantrum di tempat terbuka dan ramai dengan orang, maka orang tua bisa membawa anak ke tempat yang lebih sepi sehingga ledakan emosi yang dialami anak tersebut tidak mengganggu orang lain.

Setelah anak mulai tenang, orang tua yang sudah tenang dan netral secara emosi bisa mulai membantu anak untuk memahami emosi yang dirasakan.

"Ini langkah yang penting agar tantrumnya berkurang. Jelaskan pada anak emosi yang dirasakannya dengan kata-kata. Misal ketika anak teriak-teriak karena mainannya tidak dibelikan, orang tua bisa menjelaskan emosi yang dialami anak itu disebut dengan marah," ujar Vera.

2 dari 2 halaman

Ketika anak bisa mengetahui jenis emosinya, orang tua bisa melanjutkan langkah berikutnya dengan memberitahu bahwa emosi tersebut ada dan orang tua bisa memahaminya.

Sebagai langkah terakhir orang tua juga bisa memandu anak untuk menyalurkan emosi itu dengan cara yang tepat.

Misalnya ketika anak marah karena keinginannya tidak terpenuhi, ia bisa memberitahu pada ibunya dengan berbicara seperti biasa "Saya sedang marah".

Cara itu akan membantu anak menjadi terbiasa menyampaikan emosinya tanpa perlu melakukan hal tidak menyenangkan seperti melempar barang atau berteriak-teriak.

"Langkah-langkah ini perlu dilakukan berulang kali. Dengan begitu lambat laun anak pun bisa menemukan cara untuk mengekspresikan emosinya dengan lebih baik tanpa perlu mengalami tantrum," tandas Vera.

Baca juga:
Orangtua Perlu Tahu! Begini Cara Anasi Anak Tak Suka Sayur
Kenalkan Variasi Makanan Anak Sejak Dini demi Kesehatan di Masa Mendatang
Hanya Mengandung Karbohidrat, Air Tajin Tidak Bisa Gantikan Susu
Bantu Redakan Demam, Kunyit Bisa Menjadi Pengganti Madu

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini