Menurut Psikolog Begini Cara Bantu Meredam Emosi Anak

Rabu, 18 November 2020 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Menurut Psikolog Begini Cara Bantu Meredam Emosi Anak Ilustrasi anak marah. ©Shutterstock/Larisa Lofitskaya

Merdeka.com - Banyak anak yang mengalami kesulitan dalam meredam emosi sehingga kemarahan mereka kerap meledak. Hal ini tentu sangat tidak ideal dan perlu untuk ditanggapi serius oleh orangtua.

Psikolog di Rumah Sakit Mitra Keluarga Waru, Surabaya, Naftalia Kusumawardhani, S.Psi, M.si membagikan dua teknik redam emosi sebagai Dukungan Psikologi Awal (DPA) pada anak, khususnya yang memiliki masalah stunting sebelum merujuk ke rumah sakit atau ahli.

Orangtua dapat mengajarkan dua teknik ini kepada anak agar emosinya tetap stabil. Mengingat, anak stunting yang memiliki fisik lebih kecil dari teman sebayanya rentan mendapatkan stigma dan bullying, kata Naftalia.

“DPA adalah serangkaian tindakan yang dilakukan untuk mengurangi dampak negatif distres dan meminimalkan munculnya gangguan psikologis di kemudian hari. DPA sendiri memiliki tiga prinsip yaitu hak, martabat, dan keamanan,” ujar Naftalia beberapa waktu lalu.

Dalam meredam emosi anak, ada dua teknik yang dapat dilakukan yaitu teknik napas segitiga dan relaksasi pikiran.

Teknik napas segitiga mencakup teknik bernapas dalam melalui diafragma. Kemudian menarik napas dalam tiga hitungan, tahan tiga hitungan, dan hembuskan selama tiga hitungan pula.

Sedang, relaksasi pikiran dilakukan dengan cara mengenali, mengetahui, dan melepaskan pikiran negatif serta emosi yang menyertainya.

Selain itu, relaksasi juga bisa dilakukan dengan duduk nyaman dan meletakkan tangan di lutut serta membayangkan satu titik atau warna yang menarik keluar segala pikiran negatif tersebut.

Baca Selanjutnya: 4 Tahapan DPA...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini