Menurunnya Kepatuhan Protokol Kesehatan Mungkin Disebabkan Pandemic Fatigue

Kamis, 14 Januari 2021 08:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Menurunnya Kepatuhan Protokol Kesehatan Mungkin Disebabkan Pandemic Fatigue Ilustrasi masker kain. ©Pixabay/3005398

Merdeka.com - Seiring meningkatkan jumlah kasus COVID-19, ternyata banyak juga masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan. Meningkatnya hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh pandemic fatigue yang dialami oleh masyarakat.

Pandemic fatique atau kelelahan akibat pandemi dapat menimbulkan demotivasi yang dirasakan masyarakat dalam mengikuti rekomendasi protokol kesehatan yang dimaksudkan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari virus.

Natalia Widiasih Raharjanti, dokter spesialis kejiwaan, mengatakan bahwa pandemic fatigue sesungguhnya merupakan respon yang sangat normal dan natural serta bisa terjadi pada siapa pun.

"Pandemic fatigue itu juga dipengaruhi bagaimana seseorang mempersepsikan situasi bencana yang sedang kita jalani," kata Natalia dalam dialog dari Graha BNPB beberapa waktu lalu.

"Situasi yang berkepanjangan dan tidak tahu selesainya kapan, kita lihat orang semakin cuek, bahwa orang mulai malas melakukan protokol kesehatan dan kurang berhati-hati sebenarnya justru dipengaruhi oleh berbagai hal," kata Kepala Divisi Psikiatri Forensik/Ketua Prodi. Spesialis Kedokteran Jiwa, FKUI–RSCM tersebut.

Ada berbagai penyebab dari pandemic fatigue seperti kehilangan pekerjaan, video call burnout, persepsi bahaya yang berkurang karena interpretasi data yang salah, isolasi sosial, kehilangan orang dekat, kehilangan kebebasan, serta kehilangan hiburan.

Baca Selanjutnya: Penyebab Pandemic Fatigue...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini