Menonton Film di Bioskop Bisa Miliki Manfaat Setara Olahraga Ringan

Jumat, 17 Januari 2020 00:41 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Menonton Film di Bioskop Bisa Miliki Manfaat Setara Olahraga Ringan Ilustrasi menonton film. ©2014 Merdeka.com/shutterstock/d13

Merdeka.com - Menonton film selama ini selalu disebut sebagai kegiatan yang tidak bermanfaat terhadap kesehatan atau kebugaran tubuh. Hal ini dianggap bisa membuat tubuh menjadi pasif dalam waktu tertentu.

Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa menonton film terutama di bioskop bisa sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran. Dilansir dari NY Post, diketahui bahwa menonton film di bioskop bisa dianggap setara dengan olahraga ringan.

Hal ini terungkap berdasar sebuah penelitian yang dilakukan di University College London (UCL). Diketahui bahwa seorang penonton film sering mengalami peningkatan detak jantung yang setara dengan 40 menit olahraga kardio berdampak rendah.

Perbedaan lokasi menonton ini bisa menjadi penyebab terjadinya hal ini. Peneliti mengungkap bahwa tidak terputusnya konsentrasi ketika menonton di bioskop merupakan hal yang penting. Sedangkan ketika menonton di rumah, perhatian mereka mudah teralihkan.

1 dari 2 halaman

"Pengalaman budaya seperti pergi ke bioskop memberi kesempatan agar perhatian kita tak terpecah selama jangka waktu tertentu," terang pakar saraf dari UCL, Joseph Devlin.

"Ketika di bioskop, tidak ada hal lain yang dapat kamu lakukan kecuali membenamkan dirimu," sambungnya.

Hasil penelitian in mengungkap bahwa menonton film di bioskop bisa sangat baik bagi pikiran kita juga.

"Kemampuan kita untuk mengatasi masalah tanpa gangguan membuat kita lebih baik dalam memecahkan masalah dan jadi lebih produktif," terangnya.

Penelitian ini mempelajari 51 partisipan ketika mereka menonton film. Dipasang sebuah sensor untuk melihat detak jantung dan reaksi kulit mereka sepanjang film. Hasil mereka ini kemudian dibandingkan dengan kelompok 26 orang lain yang menghabiskan waktu yang sama untuk membaca.

Ketika beristirahat, detak jantung normal adalah antara 60 hingga 100 kali per menit. Dalam penelitian itu, diketahui ketika seseorang menonton film di bioskop selama 40 menit, detak jantung mereka berada dalam kondisi sehat.

Detak jantung mereka berada dalam kisaran antara 40 hingga 80 persen dari detak jantung masimal yaitu 95 hingga 160 kalo per menit bagi orang dewasa. Tingkat aktivitas jantung ini bisa dibandingkan dengan berjalan santai atau berkebun.

2 dari 2 halaman

Berdampak Secara Sosial

Peneliti juga mengungkap bahwa detak jantung penonton film menjadi sinkron selama film berlangsung. Hal ini disebut bisa berdampak positif pada keterkaitan sosial secara garis besar.

"Berbagi fokus sosial tidak hanya terbukti memiliki kaitan dengan keterhubungan yang lebih tinggi serta empati dengan orang lain," terang hasil penelitian tersebut.

"Hal ini juga terbukti bisa menurunkan gejala kesepian dan depresi," sambungnya.

Menurut Devlin, konsentrasi dalam waktu lama ini bisa bermanfaat bagi seseorang. Hal ini terutama pada orang yang mudah terganggu oleh smartphone, tablet, dan media sosial.

"Di saat ketika sangat sulit untuk menjauh dari gawai, tingkat fokus yang terjaga ini sangat baik bagi kita," tandasnya. [RWP]

Baca juga:
Kurangi Protein Hewani untuk Cegah Resistensi Insulin Tak Berarti Setop Makan Ikan
Efektifkah Berkumur Air Garam untuk Mengatasi Sakit Gigi?
Waspadai Resistensi Insulin Ketika Konsumsi Nasi di Atas 4 Centong Sehari
Sering Keliru, 3 Penyakit Ini Kerap Disalahpahami Hanya Sebagai Demam

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini