Menjaga Lingkungan Agar Mental Anak Tetap Sehat Hadapi Pandemi Covid-19

Kamis, 29 Juli 2021 16:14 Reporter : Titah Mranani
Menjaga Lingkungan Agar Mental Anak Tetap Sehat Hadapi Pandemi Covid-19 Anak-anak. ©shutterstock.com/Goran Bogicevic

Merdeka.com - Siapa yang menyangka jika merebaknya wabah COVID-19 kemudian mengubah banyak sekali lini kehidupan. Bila sebelumnya aktivitas manusia dapat berjalan bebas dan tanpa hambatan, kini semuanya menjadi serba terbatas.

Termasuk kegiatan bermain anak yang biasanya bisa leluasa dilakukan dimana saja, namun kini harus bertahan untuk beraktivitas di dalam rumah saja. Bagaimanapun juga orang tua tetap berandil besar dalam tumbuh kembang anak.

Elvi Hendrani, Asisten Deputi Khusus Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyampaikan, "Lalu, negara berkepentingan untuk mendayagunakan sumber daya dalam melindungi anak dan haknya, masyarakat berpartisipasi dalam menerapkan tanggung jawab orang tua dan kewajiban negara, dan yang terakhir anak itu sendiri sebagai subjek yang harus sadar mengenai hak-hak yang diterimanya”.

Dilansir dari Liputan6.com, psikolog Seto Mulyadi yang hadir dalam Seminar Nasional "Melindungi Kesehatan Jiwa Anak di Tengah Pandemi COVID-19” bertepatan dengan Hari Anak Nasional secara daring melalui aplikasi Zoom dan Youtube Live (23/7/2021), mengatakan bahwa dunia anak adalah dunia bermain.

Tapi sayang, pandemi ini membuat kegiatan belajar dan bermain juga menjadi sebatas daring. Proses main dan belajar yang daring ini pun menimbulkan kebosanan pada anak sehingga hasil belajar menjadi tidak optimal.

“Dampaknya anak-anak menjadi gelisah, susah tidur, bosan, malas belajar, dan suka marah," ujar pria yang akrab dipanggil “Kak Seto” itu.

Dalam praktiknya, sosok guru serta orang tua memegang peranan penting untuk mampu menciptakan suasana belajar yang lebih ramah anak serta membuat kurikulum pendidikan yang lebih berpihak pada hak anak.

"Saya yakin kita semua dapat belajar. Setop kekerasan dalam dunia pendidikan dan wujudkan impian kondisi rumah yang ramah anak,” sambung Kak Seto.

Lebih lanjut, diharapkan keberadaan orangtua dapat menjadi role model anak dengan mencontohkan secara nyata dalam sikap dan perbuatan yang bijak dan bernilai positif sesuai dengan perkembangan zaman.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Benedikta Desideria [ttm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini