Menderita Skoliosis, Bagaimana Cara Penanganannya

Jumat, 16 Oktober 2020 19:00 Reporter : Zaki
Menderita Skoliosis, Bagaimana Cara Penanganannya Menderita Skoliosis, Bagaimana Cara Penanganannya. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Baru-baru ini kita dikagetkan dengan salah satu pernyataan publik figur Indonesia (Jessica Milla) yang mengidap Skolosiosis. Padahal melihat fisik dari artis tersebut, seperti tak terlihat ia mengidap penyakit tersebut.

Perlu diketahui, Skolosis merupakan kondisi di mana penderitanya mengalami tulang punggung miring atau bengkok. Lantas, bagaimana penanganannya? Dan apakah kelainan tulang ini bisa dicegah dan diobati? Untuk menjawabnya, mari simak berikut penjelasan dari Nicolaas Budhiparama MD., PhD., SpOT (K), FICS dan dr. Toto Surya Efar, Sp.OT.

Mengetahui Lebih Jauh tentang Skoliosis

Seperti yang telah disebutkan di atas, skoliosis merupakan suatu perubahan bentuk atau kurvatura tulang belakang, menjadi bengkok ke samping sekaligus rotasi. Ada beberapa tipe skoliosis, tergantung usia kemunculannya: skoliosis kongenital, skoliosis juvenile, skoliosis remaja, dan skoliosis dewasa.

Skoliosis kongenital sudah ada sejak lahir, disebabkan oleh kelainan pembentukan atau embriologi tulang belakang. Biasanya cukup berat dan kelihatan saat usia balita. Skoliosis juvenile muncul pada usia sekolahan, biasanya disebabkan gangguan pertumbuhan atau metabolik, dan jumlahnya tidak terlalu banyak.

Tipe Skoliosis

Tipe skoliosis yang paling sering ditemukan adalah skoliosis remaja dan dewasa. Dari antara seluruh skoliosis tipe remaja dan dewasa, kebanyakan penyebabnya tidak diketahui, atau idiopatik. Penyakit demikian dinamakan adolescent idiopathic scoliosis, yang banyak dialami oleh perempuan usia muda belia. Penyakit ini biasanya mudah dikenali: dari belakang, tonjolan-tonjolan tulang punggung terlihat miring atau bengkok ke salah satu sisi, bisa berbentuk huruf C atau S; dari depan, bahu atau panggul terlihat tinggi sebelah. Apabila diduga mempunyai skoliosis, dokter akan memeriksakan rontgen tulang belakang untuk memastikan diagnosis. Di Eropa dan Amerika Serikat contohnya, karena penyakit ini merupakan salah satu national problem maka pemeriksaan secara random dilakukan di sekolah-sekolah pada anak dengan rentang usia 10 sampai 11 tahun. Apabila ditemukan anak yang terdeteksi memiliki penyakit skoliosis, akan langsung di-refer untuk mendapat penanganan sedini mungkin.

Penanganan Skoliosis

Skoliosis bisa ditangani dengan beberapa cara, tergantung dari usia kemunculan dan besar sudut kemiringan yang diukur dari rontgen tulang belakang. Apabila usia cukup dewasa dan sudutnya relatif kecil, penyakit ini bisa saja tidak memerlukan tindakan apapun, cukup pemantauan dengan rontgen secara berkala sampai beberapa tahun. Apabila sudutnya lebih besar, skoliosis bisa ditangani dengan pemakaian korset atau brace khusus yang dirancang menyesuaikan ukuran tubuh masing-masing. Brace ini dipakai sampai beberapa tahun untuk mempertahankan kemiringan yang sudah ada.

Terakhir, apabila usia relatif muda dengan sudut yang cukup besar, ada gejala yang mengganggu, atau apabila strategi korset tidak berhasil menghambat progresivitas kemiringan tulang, maka pilihannya adalah operasi koreksi. Pada operasi demikian, tulang punggung diluruskan, kemudian dipasang pen atau fiksasi internal untuk mempertahankan posisi koreksi tulang.

Oleh karena mayoritas penyakit skoliosis, terutama yang tipe remaja dan dewasa, belum diketahui penyebabnya, hingga kini belum ada upaya pencegahan yang telah terbukti berhasil menurunkan risiko skoliosis. Menurut penelitian dari beberapa tahun terakhir, ditemukan adanya defisiensi vitamin D pada pasien skoliosis remaja. Meskipun demikian, belum terbukti apakah pemberian vitamin D pada usia remaja dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit skoliosis di masa depan.

(*)
Artikel ini bekerja sama dengan Nicolaas Budhiparama, MD., PhD., SpOT(K) dari Nicolaas Institute of Constructive Orthopedic Research & Education Foundation for Arthroplasty & Sports Medicine. www.dokternicolaas.com, instagram : @dokternicolaas [aki]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Advertorial

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini