Membiarkan dan Meninggalkan Bayi Menangis Tidak Berdampak Buruk bagi Buah Hati

Senin, 23 Maret 2020 08:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Membiarkan dan Meninggalkan Bayi Menangis Tidak Berdampak Buruk bagi Buah Hati Ilustrasi bayi menangis. ©Shutterstock.com/xtrekx

Merdeka.com - Pada bayi, cara komunikasi yang mereka lakukan dan tunjukkan dengan orangtua sejak adal adalah melalui bentuk tangisan. Hal ini biasanya menunjukkan apakah mereka lapar, lelah, atau popoknya basah.

Namun terkadang di tengah malam tanpa ada sejumlah masalah di atas, bayi bisa tetap menangis. Hal ini membuat orangtua kerap terbangun dan menimang bayi mereka hingga terlelap kembali.

Banyak orangtua merasa jika mereka tak segera menggendong atau menimang bayi saat terbangun tengah malam, maka bisa terjadi dampak buruk pada sang buah hati. Sebuah penemuan menemukan bahwa sesungguhnya hal ini tak bakal terjadi.

Dilansir dari Medical Xpress, diketahui bahwa pada bayi hingga usia 18 bulan, membiarkan mereka menangis tidak akan menimbulkan masalah perilaku. Hal ini terbukti dari penelitian yang dilaksanakan di University of Warwick.

Diketahui bahwa membiarkan bayi menangis selama beberapa waktu ini justru memiliki manfaat. Hal ini bisa membuat mereka menjadi menangis lebih sedikit pada saat berusia 18 bulan. Temuan lain yang muncul adalah hal ini diketahui tak berdampak pada perkembangan balita dan ketergantungan pada orangtua.

Baca Selanjutnya: Penelitian ini dilakukan untuk mencoba...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini