Timbul Jerawat di Testis? Ini yang Harus Kamu lakukan

Selasa, 4 Desember 2018 15:45 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Timbul Jerawat di Testis? Ini yang Harus Kamu lakukan ilustrasi testis. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Walau mengganggu barang kali jerawat di wajah dapat dianggap sebagai hal biasa. Namun bagaimana jika jerawat itu muncul di anggota tubuh lain yang lebih tertutup seperti di skrotum? Sejatinya, sangat mungkin dan barangkali memang jerawat di testis ini pernah kamu alami.

Munculnya benjolan merah di bagian paling dalam dari organ tubuh ini memang sering bikin deg-degan karena lokasinya yang membuat kamu membayangkan apakah hal tersebut bisa hilang dan mencemaskan masa depanmu. Namun ternyata, terlepas dari lokasinya yang cukup tersembunyi, jerawat di biji ini sesungguhnya cukup normal.

Dilansir dari Men's Health, Dr. Jamin V Brahmbhatt, MD mengungkap bahwa munculnya jerawat pada skortum itu sepenuhnya normal. Penyebab munculnya jerawat itu juga sama dengan jerawat di wajah yaitu karena hal seperti diet, hormon, atau stres.

Hanya satu hal yang disebut Bharahmbhatt harus diperhatikan adalah memastikan bahwa jerawat itu benar-benar berada di bagian kulit dan tidak menempel langsung di 'biji'nya.

"Orang yang mengalaminya harus 100 persen yakin bahwa jerawat ini terjadi pada bagian skrotum, dan bukan di testikel," tutur Dr. Jamin V Brahmbhatt, MD.

"Jika memang jerawat berada di kulit, jerawat atau benjolan ini benar-benar aman," sambungnya.

Setelah memastikan bahwa jerawat itu benar-benar tumbuh di kulit, langkah selanjutnya adalah jangan berusaha untuk memencetnya. Jerawat tersebut tidak boleh seenaknya dihilangkan dan dipencet-pencet.

"Jangan dipencet atau ditusuk karena bisa menimbulkan masalah yang lebih besar," jelasnya.

Jerawat ini kemungkinan akan menghilang dengan sendirinya setelah sekitar seminggu. Namun jika kamu memang sedikit cemas dengan munculnya jerawat ini, Brahmbhatt menyarankan untuk segera menemui dokter.

Catatan juga diberikan jika seorang penderita diabetes mengalami munculnya jerawat ini. Pasalnya, penderita diabetes disebut Bhrambahatt lebih rentan terhadap infeksi yang dapat menyebar lebih cepat di tubuh mereka.

Jika setelah beberapa waktu jerawat tak kunjung menghilang lalu bertambah besar dan merah seiring waktu, maka perlu perhatian ekstra juga. Pasalnya, jerawat ini dapat berkembang menjadi sakit dan demam.

Untuk mencegah munculnya jerawat di skrotum ini, Brahmbhatt menyarankan untuk selalu menjaga kebersihan.

"Pastikan agar 'biji' kamu sebersih wajahmu. Selain itu, selalu gunakan celana dalam yang bersih, mandi secara teratur, dan pastikan area sekitar kemaluan tetap bersih," tandasnya. [RWP]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini