Seks adalah kebutuhan atau sarana rekreasi?

Jumat, 13 Mei 2016 20:00 Reporter : Indra Cahya
Seks adalah kebutuhan atau sarana rekreasi? Ilustrasi Pasangan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Tentu bagi seluruh makhluk hidup yang ada di alam semesta, seks adalah kebutuhan untuk reproduksi. Namun bagi manusia dan mungkin lumba-lumba, ada kalanya seks digunakan sebagai sarana rekreasi, alias untuk kesenangan semata.

Namun dilansir dari Medical Daily, seorang Profesor Pathology dari NYU Medical Center, Adriana Heguy, berpendapat tidak serupa. Sang professor menyatakan bahwa hubungan seksual bagi mamalia, semua bertujuan untuk 'mempertahankan keturunan.' Hal ini didasarkan dari berbagai alasan logis.

Menurut sang profesor, kehamilan dan melahirkan adalah hal yang menyakitkan. Setidaknya meski beberapa trik bisa diterapkan, paling tidak mengalami kehamilan adalah sesuatu yang tidak nyaman. Bahkan, proses melahirkan juga sebenarnya sangat berbahaya, mengingat banyak sekali ibu yang meninggal ketika melahirkan. Menurut data dari United Nations Population Fund, di seluruh dunia terdapat 800 ibu yang meninggal tiap harinya ketika melahirkan.

Mengapa sesuatu yang menyakitkan ini adalah alasannya? Karena meski menyakitkan, para ibu rela melakukannya terus menerus. Tentu hal ini bukan karena seorang ibu ingin menikmati seks untuk sarana rekreasi, namun mereka ingin memiliki keturunan. Bahkan sang profesor juga menyatakan bahwa perasaan yang sama juga dipikirkan oleh kaum lelaki, di mana mereka melakukan hubungan seksual untuk menjadi ayah.

Lebih tepatnya, menurut sang professor, manusia menginginkan keturunan secara alami karena mereka ingin merasakan cinta dan ikatan erat antara orang tua dan anak, yang memang harus dilakukan dengan reproduksi. Reproduksi sendiri tentu butuh hubungan seksual.

Sedangkan 'kesenangan' yang didapat ketika seseorang berhubungan seksual, ternyata jadi satu dengan 'insting' manusia dalam keinginan melakukan kegiatan reproduksi. Sehingga hal tersebut tak terencana dan instingtual. Di awal perkembangan manusia zaman dahulu, manusia menggunakan seks sebagai reproduksi. Namun semakin maju peradaban, manusia menemukan cara untuk mengontrol reproduksi dan akhirnya tujuan 'reproduksi' dan 'kesenangan' akhirnya terpisah. Terlebih lagi, manusia di alam bawah sadarnya sama sekali tak lagi mempedulikan perkembangan spesies, dan hanya peduli kepada keturunannya.

Akhirnya dapat disimpulkan bahwa manusia melakukan hubungan seks karena ingin memiliki keturunan, dan 'kesenangan' dalam hubungan seksual yang akhirnya dijadikan ajang rekreasi bagi manusia, adalah 'trik' dalam evolusi yang akan tetap membuat manusia bereproduksi. [idc]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini