Sejumlah Fakta Menggelitik Terkait Keberadaan Rambut di Area Intim Manusia

Rabu, 21 September 2022 19:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Sejumlah Fakta Menggelitik Terkait Keberadaan Rambut di Area Intim Manusia ilustrasi testis. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Rambut kemaluan biasanya secara normal bakal mulai muncul pada seseorang usai masa puber. Perubahan hormon yang terjadi menyebabkan rambut di area pribadi ini juga ikut muncul.

Rambut ini bisa muncul secara lebat baik pada pria maupun wanita. Berbeda dengan rambut di kepala, rambut di area intim ini memiliki bentuk yang sangat khas.

Selurus apa pun rambutmu, rambut kemaluan biasanya bakal keriting. Kurang lebih rambut yang memiliki bentuk sama dengan rambut kemaluan ini adalah rambut ketiak.

Walau kadang banyak orang tak menyadarinya, rambut kemaluan ini sesungguhnya memiliki fungsi sendiri bagi tubuh. Dilansir dari Men's Health, berikut sejumlah fakta menggelitik mengenai rambut kemaluan.

2 dari 7 halaman

Mengapa Rambut Kemaluan Tebal?

kemaluan tebal rev2

Secara bentuk, rambut kemaluan cenderung lebih tebal dan keriting dibanding rambut di kepala. Marc Glashofer, seorang pakar kulit mengungkap bahwa hal ini disebabkan fungsi dari rambut kemaluan sebagai sebuah bantalan.

"Ini mencegah gesekan selama bercinta yang bisa menyebabkan ruam dan lecet di kulit," terangnya.

"Lebih penting lagi, rambut kemaluan menjadi pelindung dari bakteri dan patogen lain," sambungnya.

3 dari 7 halaman

Mengapa Rambut Kemaluan Keriting?

kemaluan keriting rev2

Bentuk keriting dari rambut kemaluan ini disebut Dr Brian Steixner, direktur Institute of Mens Health di Jersey Urology Group disebabkan karena bentuk tersebut bisa lebih baik dalam memerangkap bau feromon dari kelenjar keringat di sekitar selangkangan.

Hal ini bisa ditarik kembali pada sejarah manusia jutaaan tahun lalu yang menggunakan wangi selangkangan sebagai pemikat lawan jenis.

Secara singkat, pada waktu itu, munculnya bau itu menandakan bahwa manusia sudah siap untuk bereproduksi. Tak heran mengapa bulu kemaluan ini biasanya memang baru muncul setelah puber.

4 dari 7 halaman

Rambut Kemaluan Sama dengan Bulu Gorilla

sama dengan bulu gorilla rev2

Menurut Robin Weiss, profesor viral onkologi dari University College London, rambut kemaluan manusia sama dengan bulu gorila. Hal ini jika dilihat dari ketebalan yang dimiliki oleh rambut ini.

Keberadaan rambut yang tebal pada gorila ini membuat kepiting suka bersemayam di dalamnya. Pada manusia, kesamaan ini muncul dalam bentuk senangnya kutu hinggap di wilayah sekitar kemaluan itu. 

Hal ini bisa membuat bintik dan juga bekas gigitan mungkin dialami pada bagian pribadi ini. Oleh karena itu, kita perlu sangat hati-hati.

5 dari 7 halaman

Rambut Kemaluan Tidak Harus Dikeramasi

tidak harus dikeramasi rev2

Walau rentan bau dan menjadi sarang kutu, ternyata tidak penting untuk mengeramasi rambut kemaluan. Hal itu diungkapkan oleh Dr. Ricardo Mejia, pakar kulit dari Florida.

Dr Mejia mengungkap bahwa bagi rambut kemaluan, cukup untuk menyabuni dan menyiram dengan air saja.

"Sampo yang ada saat ini biasanya digunakan untuk memaksimalkan volume rambut, untuk memberi kilau sempurna dan mengembang," terang Dr. Mejia.

"Kecuali kamu seorang model bulu kemaluan, saya menganggap tak perlu untuk mengeramasinya," sambungnya.

6 dari 7 halaman

Seberapa Panjang Normalnya Rambut Kemaluan?

normalnya rambut kemaluan rev2

Secara normal, rambut kemaluan tidak bakal tumbuh terlalu panjang hingga bisa seakan-akan melompat dari celana panjangmu. Diterangkan bahwa panjang rata-rata rambut kemaluan adalah 1,3 hingga 3,8 cm.

Rambut Kemaluan Mungkin Rontok

Seiring bertambahnya usia, bukan hanya rambut kepala yang mengalami kerontokan, rambut kemaluan juga bisa mengalaminya. Hal ini biasanya bakal mulai dialami pada usia 50-an ketika testosteron mulai menurun.

7 dari 7 halaman

Bahaya Mencukur Rambut Kemaluan

rambut kemaluan rev2

Karena kadang bentuknya yang tidak estetik dan mengganggu, banyak orang mencoba mencukur bulu kemaluan. Namun terutama pada pria, hal ini bisa berbahaya apalagi ketika mencukur bulu kemaluan di skrotum.

"Kulit skrotum sesungguhnya sangat unik karena terdapat celah dan lekukan," jelas Steixner.

"Area tersebut telah terbukti bisa memerangkap bakteri dalam jumlah besar. Ketika kamu mencukur area vital, sedikit luka saja bisa menyebabkan bakteri masuk kedalam sehingga sangat mudah menyebabkan selulit, abses, dan pada kasus tertentu kondisi bernama Fournier gangrene.

Mengingat bahaya yang mungkin muncul dari hal ini, maka disarankan untuk tidak mencukur rambut kemaluan. Jika merasa terlalu panjang, kamu bisa memangkas ujung-ujungnya sedikit saja.

[RWP]

Baca juga:
Begini Cara Bedakan Infeksi atau Masalah Kulit Akibat Cukur Bulu Kemaluan
Bisa Sebabkan Masalah, Ini Alasan Jangan Cukur Habis Rambut Kemaluan
Benarkah Malam Pertama selalu Terasa Menyakitkan bagi Wanita?
Hendak Jaga Keperkasaan, Ini Hal yang Harus Dilakukan Pria

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini