Saat masa subur, wanita lebih tertarik pada pria maskulin

Senin, 3 Maret 2014 23:41 Reporter : Kun Sila Ananda
Ilustrasi pasangan. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Odua Images

Merdeka.com - Wanita bisa jadi memiliki reputasi yang buruk karena kriteria pria idaman yang sering berubah-ubah. Namun hal ini sebenarnya bisa dijelaskan secara biologis. Di antara masa menstruasi, wanita lebih tertarik pada pria yang sensitif dan cenderung pemalu. Namun saat masa subur dan berovulasi, wanita lebih menyukai pria maskulin dengan suara berat yang terdengar seksi.

Menurut peneliti, perubahan yang terjadi pada wanita selama masa ovulasi ini merupakan bagian dari proses evolusi pada manusia. Pada masa lalu, karakter maskulin pada pria melambangkan kualitas genetik yang tinggi. Sehingga jika berhubungan seksual dengan pria maskulin, wanita akan mendapatkan keturunan yang lebih kuat dan bisa bertahan hidup, seperti dilansir oleh Medicinenet (17/02).

"Wanita biasanya mendapat predikat buruk karena perubahan ini. Namun perubahan ini bisa jadi berasal dari nenek moyang. Meski di era modern semacam ini, insting tersebut sebenarnya tak banyak berfungsi," ungkap ketua peneliti Martie Haselton dari UCLA.

Hasil tersebut didapatkan oleh Haselton bersama rekannya Kelly Gildersleeve setelah menganalisis data dari lusinan penelitian. Review mereka telah diterbitkan dalam jurnal Psychological Bulletin.

Penelitian ini menunjukkan bahwa wanita mengalami perubahan referensi dan ketertarikan terhadap pria pada masa-masa ovulasi. Hal ini bisa jadi sudah ada dalam insting mereka dengan tujuan untuk menghasilkan keturunan yang bisa bertahan hidup. Bagaimana pendapat Anda mengenai hasil penelitian ini? Apakah Anda para wanita merasakan hal serupa? [kun]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.