Masih Banyak Orang yang Melakukan Kesalahan dalam Penggunaan Masker

Selasa, 25 Februari 2020 16:07 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Masih Banyak Orang yang Melakukan Kesalahan dalam Penggunaan Masker Masker N95. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Mewabahnya COVID-19 atau infeksi virus Corona meningkatkan kekhawatiran banyak orang. Hal ini membuat penggunaan masker sebagai salah satu pencegahan menjadi meningkat. Sayangnya, masih banyak orang yang salah kaprah dalam menggunakan masker.

Akademisi dan praktisi klinis, Ari F Syam melakukan pengamatan pada 118 orang. Dan hanya 65 persen yang menggunakan masker dengan benar artinya masker menutupi mulut dan lubang hidung dan kawat di hidung tertutup dengan benar.

"Pengamatan saya lakukan pada 118 orang yang kebetulan lalu lalang di depan saya. Ternyata dari pengamatan yang saya lakukan 23.7 persen yang menggunakan masker dengan berbagai model dan komposisi pria dan perempuan lebih kurang sama," paparnya.

Ari F Syam menambahkan, penggunaan masker yang salah antara lain menggunakan masker di dagu, atau terpasang longgar. Padahal, masker itu bisa membuat masker jadi sumber penularan. Karena bagian yang terpakai sudah terlepas dan bagian yang sebagai tempat mencegah masuknya kuman di posisi yang mudah terhirup melalui hidung.

"Saya rasa hal ini harus menjadi perhatian, kalau tidak mau lagi menggunakan masker sebaiknya dilepas dan dibuang," Tambahnya.

1 dari 1 halaman

Penggunaan masker N95

Ada satu hal lagi yang menarik dari pengamatan dr. Ari ketika banyak orang menggunakan masker N95.

"Memang masker ini lebih efektif utk mencegah tertular langsung dari virus karena daya proteksi 95 persen dari partikel yang sangat kecil, tapi lebih tepat digunakan di ruang tertutup di mana kita memang berada pada keadaan akan kontak dengan orang yang sudah positif terinfeksi virus atau tuberkulosis," paparnya.

Selain itu penggunaannya untuk waktu yang pendek. Alih-alih untuk proteksi, orang yang menggunakan masker N95 akan kekurangan oksigen.

Apalagi orang tersebut sedang berada di bandara dan sedang butuh aktivitas berjalan atau bahkan setengah berlari untuk check in dan boarding dengan lokasi gate agak jauh. Salah-salah mereka yang menggunakan masker N95 ini akan kekurangan oksigen atau hipoksia.

Kondisi hipoksia dapat menyebabkan serangan jantung atau strok, atau kolaps atau pingsan apalagi jika orang tersebut sudah mempunyai permasalahan dengan paru.

Cuci tangan pakai sabun rutin atau penggunaan antiseptik hand sanitizer akan lebih efektif untuk mencegah penyakit infeksi usus dan infeksi saluran pernafasan atas.

Reporter: Anisha Saktian Putri
Sumber: Fimela.com [RWP]

Baca juga:
Suka Marah-Marah Bisa Buat Darah Tinggi, Apa Betul?
Paruresis, Sindrom yang Membuatmu Takut Buang Air di Toilet Umum
Pertumbuhan Tinggi Badan anak Tidak Hanya Dipengaruhi oleh Faktor Genetika
Kenali Faktor Risiko Hipertensi untuk Ketahui Secara Jelas Penyebabnya
Penderita GERD disarankan Hindari Konsumsi Daging Berlebih dan Tidur Setelah Makan
Persiapan Miliki Momongan Bisa Dilakukan Bahkan Sebelum Menikah
Konsumsi Buah-Buahan Bisa Menurunkan Risiko Masalah yang Muncul Ketika Menopause
Sebelum Lakukan Olahraga Intensif, Kenali Dulu Kondisi Tubuh

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini