Makanan manis sebabkan nafsu makan anak menurun? berikut ulasannya

Rabu, 11 Juli 2018 15:01 Reporter : Riski Amalia
Makanan manis. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Baru- baru ini susu kental manis memang sedang menjadi topik yang hangat dimasyarakat. SKM ini dikabarkan mengandung kadar gula yang sangat tinggi bahkan hampir tak mengandung susu.

Balita memang tak dianjurkan mengkonsumsi susu kental manis. Dikarenakan dampak buruk bisa terjadi dikemudian hari jika mengkonsumsi SKM ini dalam jangka panjang. Tak hanya itu saja, anak juga berisiko akan terkena obesitas.

Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, Doddy Izwardy, menjelaskan bahwa ada dampak yang sering dirasakan, tapi belum banyak disadari orangtua, yakni nafsu makan anak menurun.

Kita harus menjaga anak-anak dari konsumsi makanan yang terlalu manis. Selain itu, menjaga mereka juga dari makanan yang terlalu gurih dan asin. Mereka bisa jadi susah makan (nafsu makan menurun), kata Doddy dalam keterangan yang diterima Health Liputan6.com, ditulis Rabu (11/7/2018).

Simak video menarik berikut ini:

Terbiasa konsumsi makanan manis

Makanan manis 2018 Liputan6.com

Para orangtua sering beranggapan, balita tidak mau makan masih dianggap tidak menjadi masalah selama si kecil mau minum susu. Orangtua juga selalu memberikan makanan yang diinginkan atau diminta balita dengan alasan agar anak mau makan.

Banyak pula di antara kita yang sering mendengar orangtua mengeluhkan balita sulit makan, apalagi sulit makan buah dan sayur. Menurut Doddy, hal itu terjadi karena anak-anak terbiasa mengonsumsi makanan atau minuman yang rasanya sangat kuat (terlalu manis, gurih atau asin).

Anak pun jadi cenderung kurang menyukai rasa dan aroma alami makanan, terutama sayur dan buah.

Batasan konsumsi gula, garam, lemak

Makanan manis 2018 Liputan6.com

Kementerian Kesehatan saat ini punya regulasi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 tahun 2013, yang selanjutnya diamandemen dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 63 Tahun 2015.

Aturan tersebut menetapkan batasan konsumsi gula, garam dan lemak untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit tidak menular (PTM), seperti diabetes.

Adapun batasan konsumsi gula, garam, dan lemak yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan per orang dalam sehari, yaitu 50 gram (4 sendok makan) gula; 2.000 miligram natrium/sodium; atau 5 gram garam (1 sendok teh); dan lemak hanya 67 gram (5 sendok makan minyak).

Namun ada juga nih, garam yang baik dikonsumsi, namanya garam himalaya. Garam ini diklaim membawa banyak manfaat sehat karena mengandung mineral murni sebanyak 92%. Kandungan nutrisi dan mineralnya masih murni terjaga karena garam ini melalui proses pemurnian yang berlebihan.

Sumber: Liputan6.com [mg2]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini