Kurangi Protein Hewani untuk Cegah Resistensi Insulin Tak Berarti Setop Makan Ikan

Selasa, 14 Januari 2020 08:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Kurangi Protein Hewani untuk Cegah Resistensi Insulin Tak Berarti Setop Makan Ikan Ilustrasi ikan. Shutterstock/Timolina

Merdeka.com - Cara yang banyak dilakukan untuk mencegah resistensi insulin adalah dengan mengurangi asupan karbohidrat dan protein hewani, seperti ikan dan udang. Konsumsi protein hewani yang terlalu tinggi diketahui bisa sebabkan masalah resistensi insulin.

Staf Pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Syarief Hidayatullah, Febrianti menyampaikan mencegah resistensi insulin berupa diet protein hewani itu tidak berarti sama sekali setop makan ikan.

"Sebenarnya bukan berarti kita enggak boleh sama sekali makan ikan dan udang. Apabila seorang dewasa makan cukup satu (porsi) protein hewani dan nabati sehari, kebutuhan protein sudah tercukupi," jelas Febrianti yang baru saja dipromosikan sebagai doktor bidang Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di Gedung IMERI FK-UI.

Resistensi insulin terjadi saat sel-sel tubuh tidak dapat menggunakan gula darah dengan baik. Kondisi ini mengakibatkan seseorang alami gangguan metabolik.

1 dari 1 halaman

Konsumsi Protein Hewani Berlebihan Picu Resistensi Insulin

Dalam penelitian Febrianti berjudul "Pengembangan Skor Risiko Resistensi Insulin Menggunakan Indikator Diet dan Non Diet: Sebuah Pendekatan Prevensi Diabetes Mellitus Tipe 2," mengonsumsi protein hewani secara berlebihan termasuk salah satu faktor pemicu resistensi insulin.

"Maksudnya pola makan protein hewani yang sampai tiga kali makan sehari. Pola makan seperti ini yang menimbulkan risiko resistensi insulin," ujar Febrianti.

Ia menekankan, pola makan sebaiknya juga seimbang. Jangan hanya fokus pada makan nasi dan protein hewani atau nabati, melainkan sayuran dan buah.

"Makan nasi, protein hewani, nabati, sayuran ditambah buah menjadikan sehat. Risiko resistensi insulin dapat turun dibanding hanya makan nasi dan ikan. Harus ada sayuran juga," tandas Febrianti.

Reporter: Fitri Haryanti Harsono
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Baca juga:
Apakah Cukup Hanya Suntik Insulin untuk Mengendalikan Diabetes?
Begini Cara Cegah Munculnya Gangguan Saraf pada Penderita Diabetes
Konsumsi Avokad Bisa Bantu Mencegah Terjadinya Diabetes
Kesemutan Bisa Jadi Tanda Awal Penyakit Neuropati pada Penderita Diabetes

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini