Kurang Jam Tidur Bisa Membuat Seseorang Menjadi Lebih Mudah Marah

Rabu, 2 September 2020 19:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Kurang Jam Tidur Bisa Membuat Seseorang Menjadi Lebih Mudah Marah Ilustrasi marah. Shutterstock/Photo Africa

Merdeka.com - Selama ini, kurang tidur selalu dihubungkan dengan berbagai masalah yang dialami oleh seseorang. Hal ini diketahui bisa membuat seseorang menjadi pemarah atau produktivitas kerja yang menurun.

Dilansir dari Medical Xpress, penelitian baru mengungkap bahwa membatasi tidur bisa memunculkan rasa marah. Hal ini diungkap oleh penelitian dari American Academy of Sleep Medicine.

Hasil temuan ini diperoleh melalui analisis buku harian dan eksperimen laboratorium. Peneliti menganalsisi buku harian dari 202 mahasiswa yang mencatat tidur mereka, penyebab stres setiap hari, dan kemarahan selama satu bulan.

Hasil awal penelitian mengungkap bahwa seseorang jadi mudah marah dibanding biasanya pada satu hari setelah mereka kurang tidur. Hal ini secara konsisten ditemui oleh peneliti.

Selain dengan analisis buku harian, tim peneliti juga melakukan eksperimen laboratorium yang melibatkan 147 anggota masyarakat. Partisipan ditugasi secara acak baik untuk tidur dalam jadwal yang tetap atau mengurangi tidur hingga hanya lima jam selama dua hari. Pada percobaan ini, kemarahan coba diukur berdasar paparan pada suara bising yang mengganggu.

Baca Selanjutnya: Berdasar percobaan diketahui bahwa seseorang...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini